logo

Menaker Lontarkan Wacana Tambahan Dua Program Jamsos Bagi Pekerja

Menaker Lontarkan Wacana Tambahan Dua Program Jamsos Bagi Pekerja

Menaker M Hanif Dhakiri (foto, ist)
09 Agustus 2019 22:03 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri lontarkan wacana, agar jaminan sosial (jamsos) yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan ditambah lagi dua program.

Wacana itu dikemukakannya, saat menjadi pembicara panel II, seminar nasional, bertema "Kebijakan Sektor Tenaga Kerja untuk mendukung Transformasi Ekonomi" dalam rangka 53 Tahun Kemenko Perekonomian, di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Dijelaskan Menaker, kedua program itu yakni Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), dan Jaminan Pelatihan dan Sertifikasi (JPS). Dua program itu bisa menjadi instrumen negara untuk melindungi warganya terutama di tengah disrupsi ekonomi yang membuat pasar tenaga kerja menjadi sangat dinamis.

"Ini sekedar wacana untuk antisipasi lebih baik dalam memberikan perlindungan dari sisi tenaga kerja yakni korban PHK. Korban-korban PHK juga harus dilindungi negara. JKP ini semacam unemployment benefit," terangnya.

Sedangkan program JPS, ujarnya, berupa jaminan sosial yang diberikan, agar warga memiliki kesempatan menjalani pelatihan baik skilling, upskilling maupun resklling, serta diakhiri dengan sertifikasi profesi. “Bagi korban PHK harus dibantu dalam kurun waktu tertentu, agar mereka punya kesempatan beradaptasi dan memperbaiki skillnya untuk mencari pekerjaan yang baru," tuturnya.

Menaker meyakini, melalui dua program jaminan sosial itu, maka orang bisa mengalami longlife learning dan longlife employbility. "Mereka (korban PHK-red) bisa terus belajar, mereka bisa memperbaiki dan meng-upgrade skillnya dan bisa bekerja secara terus menerus," ucapnya.

Dilanjutkannya, wacana penambahan dua program jamsos itu juga belum dibicarakan dengan Presiden. Menaker ingin hal Ini agar bisa menjadi diskusi publik baik di kalangan serikat pekerja dan dunia usaha.

"Jika nanti hasil diskusi publik ternyata tidak setuju, ya tidak apa-apa, " katanya. Menurut dia, program JKP itu penting untuk memberikan perlindungan terhadap para pekerja yang kehilangan pekerjaan, sekaligus melindungi mereka agar tetap meningkatkan skillnya atau berubah skill, mau alih bekerja sehingga orang terus bekerja.

Dengan adanya kedua program itu, nantinya, di satu sisi ekosistem ketenagakerjaan harus diperbaiki dan bisa lebih responsif terhadap pasar kerja yang makin fleksiel. Di sisi lain, juga perlindungannya diperkuat dengan dua program jamsos di BPJS Ketenagakerjaan

"Sekali lagi kalian jangan salah tulis. Ini masih wacana, masih diskusi. Justru untuk memastikan pasar kerja yang makin dinamis dan fleksibel. Bisa kita antisipasi lebih baik dari sisi perlindungan kepada tenaga kerja," terangnya, seraya menyebut wacana tersebut belum dibicarakan dengan Presiden.

Editor : Azhari Nasution