logo

Menteri KKP Susi Bantah Industri Sektor Perikanan Hancur

Menteri KKP Susi Bantah Industri Sektor Perikanan Hancur

Menteri KKP Susi Pudjiastuti., (foto, ist)
09 Agustus 2019 19:42 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merespon soal tudingan Rokhmin Dahuri, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era Kabinet Gus Dur-Megawati yang menyatakan kalau ekonomi sektoral perikanan hancur lebur.

Seperti diketahui, guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Prof Rokhmin Dahuri, saat menjadi narasumber pada acara Seminar Nasional Prospek Poros Maritim Dunia di Periode Kedua Jokowi yang diadakan oleh The Habibie Center, di Jakarta, Selasa (6/8/2019) mengemukakan, saat ini banyak industri perikanan gulung tikar karena kebijakan Menteri Susi yang terus-terusan menerbitkan larangan.

“Masalah utamanya di ekonomi sektoral hancur lebur. Walaupun dari sudut penegakan hukum saya kira sudah cukup membuahkan hasil. Paling tidak, ada efek jera soal illegal fishing, soal konservasi juga,” tutur Rokhmin Dahuri.

Merespon tudingan itu, Menteri Susi lantas bereaksi, melalui akun twitternya @Susipudjiastuti, Susi tidak terima jika sektor ekonomi perikanan Indonesia saat ini dikatakan hancur. Menurutnya yang hancur saat dia menjabat sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan ialah industri pencurian ikan.

“Yang bangkrut dan hancur adalah Industri Pencurian Ikan .. Industri Pencurian Ikan memang saya bangkrutkan,” kata Susi, pada Rabu (7/8/2019). Melalui akun twitter pribadinya, Susi tampak memberikan respon tidak terima atas kritikan tersebut.

Menteri nyentrik itu, bahkan mengatakan bahwa yang bangkrut dan hancur memang ada, yaitu industri pencurian ikan yang memang sengaja dia bangkrutkan. Susi yang tak terima dengan kritikan itu malah menyatakan, Rokhmin saat menjabat Menteri,  kapal asing dilegalkan jadi berbendera Indonesia tahun 2001.

“Yang bangkrut dan hancur adalah Industri Pencurian Ikan.. Industri Pencurian Ikan memang saya bangkrutkan. Masa ada industri pencurian ikan kok dibiarkan. BTW Kapal asing dilegalkan jadi berbendera Indonesia tahun 2001,” tulis Susi.

Di bagian lain, Koordinator Forum Marikultur Nasional, Muhibbuddin Koto alias Budhy Fantigo membenarkan apa yang disampaikan Rokhmin Dahuri. Menurut dia industri perikanan hancur lebur adalah fakta.

“Volume ekspor perikanan dalam lima tahun ini menurun. Anda bisa cek datanya. 2014 sekitar 1,2 juta ton. Sejak 2015 sampai dengan sekarang di bawah 1 juta ton,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini UPI (Unit Pengolahan Ikan) utilitasnya saat rata rata di bawah 40 persen sebelumnya di atas 50 persen. Termasuk produksi pakan ikan nasional juga turun, dibawah 70 persen dari kapsitas, sebelumnya mendekati 90 persen.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto