logo

Wali Kota Depok Usul Bentuk Kementerian Pemberdayaan Keluarga Dan Anak-anak

Wali Kota Depok Usul Bentuk Kementerian Pemberdayaan Keluarga Dan Anak-anak

Wali Kota Depok Mohammad Idris (lima dari kiri) didampingi Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna di acara GEA 2019.
09 Agustus 2019 06:26 WIB
Penulis : Windrarto

SuaraKarya.id - DEPOK:  Wali Kota Depok Mohammad Idris mengusulkan agar dalam kabinet periode lima tahun mendatang ada Kementerian Pemberdyaan Keluarga dan Anak-anak. Alasan Wali Kota mengusulkan hal ini agar laki-laki sebagai suami dan perempuan sebagai istri sama-sama mendapat perhatian pemerintah agar mereka teguh berkomitmen membina keluarga.

Lebih lanjut Wali Kota, yang didampingi Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, mengatakan pemberdayaan keluarga harus menjadi perhatian karena dari sinilah akan lahir generasi masa depan.

“Saya berpandangan bukan hanya isteri yang harus berdaya. Suami pun harus berdaya. Maka kami mengusulkan adanya Kementerian Pemberdayaan Keluarga dan Anak-anak,” tutur Wali Kota seusai mengikuti Gelar Ekspresi Anak(GEA) 2019 di halaman Balai Kota Depok, Kamis (8/8/2019).

Pemerntah Kota Depok, tuturnya, pun berkomitmen untuk menjaga anak-anak agar kelak mereka menjadi generasi yang unggul. Untuk itu, ujarnya, pemerintah kota pun mendorong agar ketahanan keluarga di Depok semakin baik.

“Kami sudah menggelar sekolah pra nikah bagi kalangan remaja yang telah berusia 18 tahun. Selain itu juga pelatihan bagi ayah bunda. Ini upaya untuk mewujudkan ketahanan keluarga,” kata Idris.

Perlindungan terhadap anak-anak, tuturnya, tidak sebatas kampanye tapi juga dilembagakan mulai dari kecamatan, kelurahan dan tingkat rukun warga (RW). Selanjurnya diperkuat oleh Peraturan Daerah (Perda) Kota Layak Anak dan Peraturan Wali Kota.

“Jadi mewujudkan  kota layak anak sudah dllembagakan, sesuai arahan dari pemerintah pusat,  dan dibuatkan landasan yuridisnya,” ucap Wali Kota.

Ke depan, tuturnya, akan dioptimalkan implementasi perencanaan dari program setiap dinas. “Penghargaan Nindya yang tiga kali diperoleh Kota Depok hasil dari penilaian implementasi perencanaan dari program setiap dinas,” ujarnya.

Puncak GEA 2019 yang digelar Pemkot, kata Wali Kota, menjadi momen memperkuat komitmen perlindungan anak. Acara tersebut juga menjadi pengingat akan tanggung jawab dan komitmen mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) di jajaran pemangku kepentingan. Untuk itu, dirinya mengajak semua pihak untuk menghantarkan anak-anak menjadi generasi emas.

Puncak GEA 2019 diikuti sebanyak 500 anak. Para Camat dan Lurah serta para kepala dinas pun hadir. Hj. Ely Farida, Ketua TP PKK Kota Depok yang juga isteri Wali Kota, dan Hj. Martha (isteri Wakil Wali Kota) pun tampak di sini. Hadir pula Ketua Komas Anak Aris Merdeka Sirait, dan Ketua KPAI Susanto.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto