logo

Haedar Nashir Sebut Profesor Tua Masih Bisa Bermanfaat Untuk Dakwah

Haedar Nashir Sebut Profesor Tua Masih Bisa Bermanfaat Untuk Dakwah

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir
08 Agustus 2019 19:07 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan profesor berusia tua di Muhammadiyah masih bisa bermanfaat untuk kepentingan dakwah.

Hal ini dikatakan Haedar, menanggapi pernyataan Menristekdikti, M Nasir tentang profesor tua sedikit manfaatnya untuk negara.

"Saya tidak tahu penekanan dari Pak Menteri, tapi poin saya adalah di Indonesia ini, yang tua, yang muda, yang berilmu, tidak berilmu, yang awam maupun elit sama pentingnya dalam membangun Indonesia," jelas Haedar seusai menghadiri pengukuhan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo, Prof Dr Sofyan Anif sebagai guri besar di Kampus Gedung Auditorium UMS, Kamis (8/8/2019).

Haedar juga mengatakan jika di negeri dimana para profesor tua sudah terafkir maka Muhammadiyah akan menampung. Mereka bisa mengambil peran dalam dakwah.

"InsyaAllah Muhammadiyah akan menampung untuk mengembangkan sumber daya insani di lingkungan masyarakat. Jadi Muhammadiyah bisa menjadi rumah bagi siapa saja," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan prinsip yang dipegang oleh Indonesia adalah gotong royong. Tidak melakukan pemilahan masyarakat menjadi dikotomi.

"Yang penting siapapun dia, kategori umur, jenis kelamin, kedaerahan, agama dan yang lain, itu harus menuju kearah spirit bangsa dengan mengedepankan kegotongroyongan," jelasnya lagi.

Menurut Haedar, naif jika omong Pancasila dan Bangsa Indonesia itu majemuk jika para elit tidak menyadari jika bangsa Indonesia dibangun karena prinsip kegotongroyongan.

Pada kesempatan yang sama Haedar juga mengatakan Muhammadiyah sebagai organisasi perlu melajukan usaha terobosan untuk pemberdayaan ekonomi.

"Ekonomi menjadi titik terlemah kehidupan umat Islam dan masyarakat Indonesia. Gerakan ekonomi menjadi pilar ketiga Muhammadiyah," ujarnya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto