logo

Jalur KA Solo-Wonogiri Belum Steril, PT KAI Daop 6 Yogyakarta Minta Masyarakat Sadar

Jalur KA Solo-Wonogiri Belum Steril, PT KAI Daop 6 Yogyakarta Minta Masyarakat Sadar

Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto
08 Agustus 2019 16:41 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Jalur rel kereta api (KA) Solo-Wonogiri, belum steril dari bangunan maupun aktivitas warga. Sehingga masih sering terjadi kecelakaan di jalur yang saat ini hanya dilalui KA perintis Batara Kresna itu.

Menurut Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto, Kamis (8/8/2019), hampir 90 persen jalur Solo-Wonogiri belum steril.

"Semua belum steril, kecuali di stasiun. Saat ini jalur Solo-Wonogiri masih dilalui kereta perintis. Karena perintis maka menggunakan dana dari APBN, tapi ke depan pasti akan ada kereta yang lalu lalang," kata Eko saat ditemui di Stasiun Solo Kota, Sangkrah, Kota Solo, Jawa Tengah.

Tetapi sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum sadar dengan masih melakukan aktivitas di sekitar rel. Bahkan masih ada yang sengaja parkir di jalur rel yang melintasi Jalan Slamet Riyadi Solo.

"Harapannya masyarakat sadar, jika jalur kereta di Slamet Riyadi itu sudah menjadi ikon nasional dimana menjadi satu-satunya rel yang melintas di tengah kota. Harusnya masyarakat sadar tidak semata-mata jalan kereta tapi juga image Kota Solo yang harus dijaga," jelasnya.

Selain parkir di tengah rel kereta, masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas lain di jalur KA sepanjang sekitar 30 km itu. Masih banyak ditemukan bangunan yang masih mepet rel.

"Karena jalurnya belum steril makanya kecepatan kereta juga hanya 30 km per jam. Tapi nanti status jalur ini akan berubah seiring dengan meningkatnya animo masyarakat akan kereta api," katanya lagi.

Jika saat ini hanya dilalui satu kereta railbus Batara Kresna, dua kali trip pulang pergi. Maka ke depan bisa bertambah frekuensi perjalanan kereta yang melintasi jalur Solo-Wonogiri. Begitu pula kecepatan kereta akan ditingkatkan menjadi 40 km per jam hingga 60 km per jam.

"Ini kan jalur kereta perintis, dananya dari APBN dan bukan dari PT KAI. Jadi di sini tidak cari untung, apalagi harga tiketnya Solo-Wonogiri juga hanya Rp4000 saja," ujarnya. ***

Editor : Yon Parjiyono