logo

Pakistan Akan Turunkan Tingkat Hubungan Diplomatik Dengan India

Pakistan Akan Turunkan Tingkat Hubungan Diplomatik Dengan India

Warga meneriakkan slogan saat mereka membawa perwakilan bendera Kashmir saat reli menyuarakan solidaritas dengan warga Kashmir, di Karachi, Pakistan, Selasa (6/8/2019). Poster bertuliskan "Pemisahan Kashmir tidak dapat diterima - PBB dan badan dunia lainnya harus memperhatikan agresi India di Kashmir". (Antara/Reuters)
08 Agustus 2019 07:11 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - ISLAMABAD:  Pakistan mengatakan pada Rabu (7/8/2019) pihaknya akan "menurunkan" tingkat hubungan diplomatik dengan India dan menangguhkan perdagangan bilateral dengan India yang menjadi musuh bebuyutannya setelah New Delhi menghapus status khusus bagian dari wilayah yang dipersengketakan di kawasan Kashmir .

Pakistan dan China yang merupakan tetangga India dan mengklaim bagian-bagian dari kawasan itu, telah menyuarakan penentangan atas keputusan India menghapus sebuah pernyataan di konstitusi bahwa pihaknya telah mengizinkan negara bagian di negara itu dengan mayoritas penduduk Muslim untuk membuat undang-undangnya sendiri.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri India belum segera menanggapi permintaan untuk memberikan komentar terkait dengan langkah Pakistan itu.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan pada Selasa, negaranya mempertimbangkan melakukan pendekatan ke Dewan Keamanan PBB setelah India menghapus status khusus wilayah sengketa, Kashmir.

"Kami akan memperjuangkannya di setiap forum. Kami memikirkan bagaimana kami dapat membawanya ke Mahkamah Internasional... ke Dewan Keamanan PBB," kata Khan dalam pidato di parlemen Pakistan pada Selasa seperti dilaporkan Antara.

India dan Pakistan yang merupakan musuh bebuyutan dan memiliki nuklir, masing-masing mengklaim Kashmir yang mayoritas pendudukan Muslim sepenuhnya tetapi memerintah sebagian.

Wilayah bersengketa Kashmir terbagi antara India, yang memerintah Lembah Kashmir yang padat penduduk dan daerah yang didominasi umat Hindu di sekitar Kota Jammu. Pakistan, yang mengendalikan wilayah irisan di bagian barat, dan China, yang memiliki daerah dataran tinggi berpenduduk sedikit di bagian utara.      

      China

Sebelumnya China pada Selasa mengatakan pihaknya menentang keputusan India untuk mencabut status otonomi khusus Kashmir, wilayah yang disengketakan oleh India, Pakistan dan China, lkarena menggerogoti kedaulatan wilayah China.

"Tindakan India tak dapat diterima dan tak akan memiliki dampak hukum apa pun," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Hua Chunying dalam satu pernyataan di situs kementerian.

China mendesak India agar berhati-hati dalam isu perbatasan dan mematuhi secara utuh kesepakatan yang dicapai oleh kedua negara agar terhindar dari segala tindakan yang dapat memperkeruh masalah perbatasan, kata Hua. ***