logo

Anies: Tradisi Lebaran Betawi Harus Dikembangkan

Anies: Tradisi Lebaran Betawi Harus Dikembangkan

Gubernur DKI Anies Baswedan didampingi istri, menyaksikan prosesi tradisi hantaran dari Wali Kota dan Bupati pada adalah Lebaran Betawi ke -12, Minggu (21/7/2019)
21 Juli 2019 18:43 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan mengapresiasi penyelenggaraan Lebaran Betawi ke-12, yang mana tahun ini digelar atas kerja sama Pemprov DKI Jakarta dan Bamus Betawi di Monas, Jakarta Pusat, selama tiga hari, yakni pada 19-21 Juli 2019.

Anies yang berkesempatan hadir pada hari ketiga ini juga menyampaikan, Lebaran Betawi menjadi ajang silaturahmi masyarakat Jakarta. Bukan hanya masyarakat Betawi, tetapi seluruh masyarakat Ibu Kota pun antusias menghadirinya.

“Alhamdulillah pertama kalinya Lebaran Betawi diselenggarakan di Lapangan Monas, tempat kita bersama. Saya bukan hanya menyambut baik, tapi kita dukung Monas menjadi tempat untuk kegitan Lebaran Betawi. Kita ingin Lebaran Betawi ini menjadi ajang silaturahmi, sebagaimana niat awal ketika dimulai. Tradisi itu bukan hanya dilestarikan, tapi dikembangkan," ucapnya.

Lebaran Betawi ini salah satu pengembangan tradisi Betawi. Sudah diselenggarakan yang ke-12, mulai tahun 2008. "Ini menjadi ajang untuk menguatkan persaudaraan di kalangan masyarakat Betawi dan masyarakat Jakarta umumnya,” kata Gubernur Anies, pada Minggu (21/7/2019).

Lebih lanjut Anies menuturkan, Pemprov DKI akan terus mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Bamus Betawi dalam menjaga silaturahmi dan persatuan warga Betawi dengan warga DKI, salah satunya melalui Lebaran Betawi. Diharapkan, Bamus Betawi dapat berkembang dan mengembangkan masyakarat Betawi serta kebudayaan Betawi agar dapat tumbuh berkembang di kota Jakarta.

Mantan Mendikbud ini turut mengimbau, agar dalam penyelenggaraan Lebaran Betawi di Monas, baik pihak penyelenggara maupun masyarakat tetap menjaga ketertiban dan kebersihan. Mari tunjukkan kepada semua, bahwa masyarakat Betawi yg berkumpul di sini itu tertib. Tunjukkan pada dunia bahwa masyarakat yang berkumpul di sini bisa menjaga kebersihan.

Tunjukkan itu. Sehingga, mereka akan menyaksikan bahwa Lebaran Betawi bukan hanya meriah, tetapi juga tertib, aman, dan damai.

"Terima kasih Bang Haji Lulung, Bang Eki, Babeh Haji Nuri yang sudah menjadi pilar penjaga keguyuban kerukunan masyarakat Betawi di Jakarta. Ini sebuah kerja yang luar biasa di Bamus Betawi, yang sudah menjaga keutuhan di masyarakat Betawi,” tuturnya.

Di samping itu, Anies turut mengapresiasi peran masyarakat Betawi. Dalam hal ini, masyarakat Betawi dinilai memiliki keterbukaan, kesetaraan, dan semangat egaliter yang telah memungkinkan seluruh bangsa Indonesia bersatu di DKI Jakarta.

“Kota ini telah menjadi kota di mana persatuan Indonesia dirajut. Di kota ini, masyarakat menyambut kedatangan suku bangsa nusantara dengan keramahan dan kehangatan. Sehingga, terasa hidup satu Indonesia, di mana peran masyarakat Betawi adalah menjadi falisitator tumbuhnya persatuan Indonesia,” ucapnya.

Anies turut menyaksikan acara puncak, yakni Sorendo-Rendo Karnaval Budaya Nusantara oleh perwakilan dari 5 Wilayah Kota Administrasi dan 1 Kabupaten Kota Administrasi. Sorendo-rendo merupakan parade defile dengan peserta berjumlah sekitar 2.000 orang yang memakai baju adat khas nusantara dengan berjalan kaki mulai dari Balai Kota Jakarta, berputar di Bundaran Air Mancur Arjuna Wiwaha, kemudian masuk ke Pintu Barat Daya Monas (Pintu Patung Thamrin).

Di hari terakhirnya, Lebaran Betawi turut dimeriahkan dengan Tarian Garapan, Silat Kolosal, Samrah Betawi, Qosidah, dan Band Betawi.

Selain itu, Gubernur Anies pun mengikuti prosesi hantaran Lebaran Betawi yang merupakan tradisi mengantarkan makanan dan minuman kepada yang dituakan.

Dalam hal ini, prosesi hantaran dilakukan oleh para Wali Kota dan Bupati kepada Gubernur. Kemudian, Gubernur Anies melakukan peninjauan replika rumah-rumah adat 5 Kota Administrasi dan 1 Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Editor : Yon Parjiyono