logo

Obyek Wisata Aman Meski Merapi Muntahkan Wedus Gembel

   Obyek Wisata Aman Meski Merapi Muntahkan Wedus Gembel

Gunung Merapi. (Foto: Istimewa)
21 Juli 2019 13:29 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - YOGYAKARTA: Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pagi ini kembali memuntahkan awan panas guguran (Wedus gembel). Namun begitu, kondisinya tidak membahayakan warga maupun obyek wisata di sekitarnya.

Menurut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, awan panas guguran Merapi terjadi pukul 09.04 WIB. Hal itu, terekam dari seismogram awan panas guguran dengan amplitudo 65 mm, durasi 110 detik, jarak luncur 1100 meter.

"Sementara arah luncuran awan panas menuju ke arah hulu Kali Gendol atau arah tenggara," katanya, Minggu (21/7/2019).

Ia menyebut, awan panas guguran Gunung #Merapi terjadi tanggal 21 Juli 2019 pukul 11:59 WIB. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 65 mm dan durasi 117 detik. Jarak luncur tidak teramati karena cuaca berkabut.

Munculnya awan panas guguran pagi ini, tidak menjadikan status Gunung teraktif di Indonesia ini berubah. Merapi, masih dalam status waspada atau level II.

"Sedang jarak aman tetap berada lebih dari 3 km dari puncak Merapi. Dengan demikian obyek wisata di sekitarnya masih aman untuk dikunjungi," katanya.

Demikian pula dengan aktivitas warga. Pihaknya berharap warga sekitar lereng Merapi tetap beraktivitas normal. Hanya saja memang harus menjauh dari radius 3 km dari puncak Merapi.

Ia meminta warga tidak panik. Awan panas guguran dan lava pijar diakuinya justru baik bagi Merapi, lantaran tidak terjadi peningkatan volume magma secara signifikan.***

Editor : Markon Piliang