logo

Agustus, Bali Beats of Paradise Tayang Di Indonesia

Agustus, Bali Beats of Paradise Tayang Di Indonesia

20 Juli 2019 16:03 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA: Setelah menjelajah ke mancanegara, kini film Bali: Beats of Paradise hadir di Indonesia. Film karya sineas dunia Livi Zheng, rencananya tayang di bioskop mulai 22 Agustus. 

Tidak tanggung-tanggung, dukungan datang dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief, dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Suaranya satu. Ajakan menonton film fenomenal ini.
 
“Bali: Beats of Paradise film luar biasa. Fenomenal! Sebab, film ini mampu menyita perhatian publik dunia. Dari film ini, mereka kini semakin detail mengenal budaya Indonesia. Kontennya memang sangat menginspirasi. Pokoknya, masyarakat Indonesia harus menonton film luar biasa ini,” ungkap Menpar Arief Yahya, Jumat (19/7/2019).
 
So, semenarik apa sih film ini? Sedikit mereview, Bali: Beats of Paradise bercerita tentang gamelan Bali. Ceritanya dikemas melalui perjalanan hidup seniman gamelan Nyoman Wenten asal Bali. Tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), Wenten dikenal sebagai pengajar Etnomusikologi di UCLA dan Herb Alpert School of Music. Karakternya semakin kuat, sebab film ini melibatkan Penyanyi AS Judith Hill.
 
Judith Hill merupakan nama populer di Negeri Paman Sam. Dia merupakan pemenang Grammy Award. Judith Hill juga pernah berkolaborasi dengan Michael Jackson dan Stevie Wonder. Kekuatan aktingnya mengantarkan Film 20 Feet Stardom menyabet Oscar. Berperan juga dalam Bali: Beats of Paradise, film ini masuk nominasi Oscar untuk kategori Best Picture. Pesaingnya, seperti Avengers: Infinity War dan Bohemian Rhapsody.
 
“Bukan hanya cerita, film ini memiliki kualitas luar biasa. Apa yang dilakukan Livi Zheng pada film ini harus diapresiasi. Berkat kreativitasnya, AS bahkan dunia mengenal budaya Indonesia secara utuh. Dan, Bali: Beats of Paradise bisa membranding alam dan budaya Indonesia secara menyeluruh. Mancanegara semakin percaya kalau Indonesia adalah destinasi wisata terbaik di dunia,” terang Menpar lagi.
 
Sejak awal, Bali: Beats of Paradise langsung menghipnotis pasar AS. Film ini sempat tayang di Academy of Motion Picture Arts and Sciences dan Samuel Goldwyn Theater, Beverly Hills. Pujian juga diberikan Walt Disney Animation Studios AS, Pride of Southeast Asia Filipina, dan masih banyak lagi. Resmi diputar 17 November 2018, tiket Bali: Beats of Paradise pun selalu sold out.
 
Dengan catatan impresif tersebut, pujian mengalir dari media Negeri Paman Sam. Los Angeles Times, menyatakan Bali Beats of Paradise sangat menghibur. It’s entertaining.  Serupa Cinemacy dengan respon, ‘A Beautiful Blend of Sound and Color’. Sementara, Stuart Brezell memuji, ‘Bali: Beats of Paradise is vivacious and full of life’.
 
“Bali: Beats of Paradise adalah sebuah karya film yang menceritakan semangat seluruh bangsa, yaitu The Indonesian Dream. Dua seniman muda yang bercita-cita tinggi mencapai mimpi mereka walaupun awalnya tidak punya apa-apa karena mereka percaya pada diri mereka sendiri,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.
 
Bali: Beats of Paradise juga sukses menembus pasar Asia. Film ini tayang di Korean National Museum of Contemporary History, Kamis (24/1). Selang 2 hari, giliran Observatorium Seoul Sky yang disambangi Bali: Beats of Paradise. Film ini ditayangkan di puncak tertinggi pencakar langit di Korea Selatan tersebut. 

Respon positif juga diberikan pasar Tiongkok. Film Bali: Beats of Paradise didistribusikan oleh iQiyi. Yaitu, raksasa online streaming dunia. Basisnya di Beijing, Tiongkok. Jumlah pelanggannya 96,8 Juta orang. Meluaskan sayap branding, film tersebut juga tayang di kabin maskapai Singapore Airlines. Sebaran pasarnya di 130 kota besar dunia. Adapun trailer Bali: Beats of Paradise bisa dinikmati melalui kanal https://youtu.be/y05OyxqpxPU.
 
“Kami melihat anemo besar diperlihatkan masyarakat Indonesia terhadap Bali: Beats of Paradise. Mereka pasti akan datang ke bisokop untuk menonton film ini. Kami tentu berharap, film ini bisa merangsang milenial di Indonesia untuk berkreasi dan menghasilkan karya produktif,” papar Livi Zheng. I juga dipercaya PFN dan Balai Pustaka menyutradai dan membintangi Film Sabai Nan Aluih.

Editor : Markon Piliang