logo

Bank Mandiri: “Kami Pastikan Rekening Nasabah Aman”

Bank Mandiri: “Kami Pastikan Rekening Nasabah Aman”

Corporate Secretaey Bank Mandiri Rohan Hafas kepada pers memberikan penjelasan tentang kejadian perubahan saldo baik berkurang maupun bertambah jumlah simpanan para nasabah Bank Mandiri
20 Juli 2019 12:39 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami para nasabahnya terkait dengan perubahan saldo rekening berkurang dan bertambah yang terjadi beberapa jam lalu dan hingga berita ini diturunkan.

“Saat ini kami informasikan dan tegaskan bahwa perubahan tersebut terjadi pada saat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan di akhir hari. Namun pada kali ini, terjadi error pada data saldo 10% nasabah Bank Mandiri,” kata Rohan Hafas selaku Corporate Secretary Bank Mandiri kepada pers di kantor pusat, Bank Mandiri, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (20/7/2019).

Manajemen Bank Mandiri, kata Rohan, menjamin saldo nasabah akan segera pulih dalam waktu 2-3 jam ke depan, karena sebelum perpindahan ini selalu dilakukan backup data saldo nasabah. Bank Mandiri juga mempersilahkan para nasabahnya yang ingin melakukan pengecekan rekening tabungannya ke kantor cabang Bank Mandiri dilayani hingga sampai tuntas persoalan yang menimpa mereka.

Rohan juga meminta nasabah untuk tetap tenang, sabar, dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Sekali lagi kami memohon maaf dan kami pastikan rekening nasabah, aman," tegas Rohan. Corsec bank plat merah terbesar asetnya ini mempersilahkan nasabah untuk tetap bisa mengakses layanan Mandiri call 14000 atau - e-channel Bank Mandiri lainnya, seperti https://www.bankmandiri.co.id/web/guest/weekend-banking.

Sementara itu lewat sambungan selular ketika dihubungi, Legislator Senayan di Komisi Keuangan dan Perbankan, Melchias Markus Mekeng menyayangkan kejadian tersebut. Namun selama hak-hak nasabah tidak dirugikan, menurut Mekeng, panggilan akrabnya, yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI ini, dia rasa tidak ada masalah. Namun Bank Mandiri tetap harus tbertanggung jawab seperti memulihkan keadaan normal saat nasabah tidak mengalami kerugian dana yang dipercayakan simpanannya selama ini di bank tersebut.

"Namanya sistem pasti ada saja gangguan. Bisa saja sudah diprotect sedemikian ketat dan melalui tingkat safety dan prudent sistem IT perbankan dan telah dibuat mitigasinya, tapi namanya sistem buatan manusia bisa saja terjadi error. Ini masalah sangat teknnis. Jadi saya rada kurang paham betul urusan detil ini. Saya rasa tim IT-nya yang lebih tahu cara untuk meminimalisir keadaan tersebut menjadi normal kembali. Namun yang pasti bukan karena error system lalu hak-hak nasabah dirugikan. Itu yang tidak boleh dan kita jaga affirmasi masyarakat atau nasabah oleh kita sebagai wakil rakyat di parlemen,"jelas Politisi Senior Golkar asal NTT ini***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto