logo

Temui Jokowi Di Istana, Ketum PSI Bantah Minta Jatah Menteri

 Temui Jokowi Di Istana, Ketum PSI Bantah Minta Jatah Menteri

Foto: Istimewa
19 Juli 2019 12:22 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kedatangan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/7/2019) sore. Jokowi pun melakukan pertemuan tertutup bersama Grace dan elite PSI lainnya, Haryanto Arbi, Tsamara Amany, uli Antoni, Andy Budiman, dan Rian Ernest.

Grace Natalie mengatakan, sebagai partai politik pendukung pemerintah, pihaknya ingin mendengar langsung arahan dari Presiden Jokowi. PSI minta saran kepada Jokowi agar PSI menjadi partai yang besar.

Dia membantah pertemuan itu membahas kabinet dan PSI meminta jatah menteri. Ia menegaskan PSI tahu diri dan tidak pernah menyodor-nyodorkan nama-nama menteri, apalagi memaksa Jokowi untuk memilih menteri usulannya. PSI menghorrmati pilihan Jokowi dalam menetapkan menteri-menterinya.

"Berada di mana pun PSI akan selalu mendukung Pak Jokowi. Syukur kalau beliau merasa dari kader-kader PSI ada yang mampu, kita siap," ujarnya kepada wartawan usai keluar dari Istana Kepresidenan.

Butuh Menteri yang Berani

Dilansir Kompas.com, Grace menyebut dalam pertemuan tersebut Jokowi tidak bicara spesifik soal pembentukan kabinet jilid II. Presiden hanya menyampaikan unek-uneknya terkait berbagai hal yang belum selesai di periode sekarang. 

"Bagaimana(pun) di periode kedua ini, (Jokowi) butuh lebih banyak boldness, keberanian, untuk mengeksekusi hal-hal yang sebenarnya sudah diperintahkan tapi enggak dieksekusi-eksekusi," kata Grace "Jadi, kami lihat itu butuh keberanian (menteri-menterinya)," ucapnya.

Menurut Grace, pihaknya pun sempat memperkenalkan para kader yang dianggap potensial menjadi menteri di kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf). "Kami perkenalkan siapa saja kader muda di PSI , tadi ada 44 orang . Beliau ajak ngobrol banyak, ada Giring, Tsamara, Surya Chandra, Guntur, dan sebagainya," kata Grace kepada wartawan usai pertemuan. 

"Kalau ada yang memang speknya dirasa cocok dengan kebutuhan Pak Jokowi ya kan beliau sudah lihat langsung dan berbincang, jadi ya kami tunggu," sambung Grace. 

Kendati demikian, Grace menegaskan bahwa PSI sama sekali tidak memaksakan Jokowi untuk mengambil kadernya sebagai menteri. PSI mempercayakan sepenuhnya kepada Presiden dalam menyusun kabinet baru untuk periode keduanya bersama Ma'ruf Amin. 

"Kalau beliau merasa berkenan ya Alhamdulillah, kalau enggak ya juga enggak apa-apa. Kami akan tetap full support beliau, no matter what," ujarnya.

Ojek Online

Yang menarik,  saat datang menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/7/2019), Ketua Umum PSI Grace Natalie dan pengurusnya menumpang transportasi ojek online Go-Jek. Grace mengaku naik Go-Jek dari kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Mereka kemudian turun di depan gedung Sekretariat Negara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat danberjalan kaki memasuki kompleks Istana Kepresidenan, "Kita biasa naik ojol (ojek online), nothing special. Cuma memang di kantor sekitaran Tanah Abang juga macet, jadi seru-seruan naik bareng sekaligus supaya lebih cepat nyampenya," kata Graceseperti dikutip dari Detik.com.

Grace mengatakan menggunakan Go-Jek bukanlah hal yang pertama kali dilakukan PSI. Sebelumnya, saat mengirimkan Kebohongan Award kepada Prabowo, Sandiaga, hingga politikus Demokrat Andi Arief, mereka juga menggunakan jasa itu.

Oenggunaan Go-Jek, menurut Grace, juga sebagai upaya mendorong ekonomi kreatif yang memang semakin berkembang belakangan ini. "Sekaligus mendorong ekonomi kreatif berbasis aplikasi yang memang lagi 'the next'-lah ekonomi kita itu kan, ekonomi kreatif," katanya. ***

 

Editor : Pudja Rukmana