logo

Restorasi Museum Bahari Hingga Desember, Pengunjung Malah Meningkat 18,5%

Restorasi Museum Bahari Hingga Desember,  Pengunjung Malah Meningkat 18,5%

Museum Bahari bagian yang terbakar sedang direstorasi.
19 Juli 2019 20:05 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Restorasi bangunan Museum Bahari di Jakarta Utara yang terbakar 16 Januari 2018,  sudah dimulai tepat HUT ke-42 museum tersebut 7  Juli 2019 yang lalu. Pekerjaan itu ditangani  kontraktor PT Poligon Internusa Pratama (PIP) dan diharapkan Desember 2019 selesai.

Kepala Bidang Seni Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta Gumilar Ekalaya mengungkapkan hal itu Jumat (19/7/2019). 

Mengenai rencana pembangunan tandon atau tanki air besar untuk hydrant  kebakaran  di Museum Bahari,  Gumilar mengatakan sedang dibicarakan lebih lanjut.

"Mengenai rencana seperti itu, akan ada  pembahasan kembali dengan Tim Sidang Pemugaran atau TSP," kata Gumilar. 

Pekerjaan renovasi bangunan ujung utara Museum Bahari itu dibeayai dana APBD DKI 2019 sebesar Rp 45 miliar.

Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta H Husnison Nizar     mengakui pekerjaan renovasi itu akan berlangsung sampai Desember 2019. "Namun itu tak mengganggu pengunjung. Sebab ada pintunya sendiri untuk proyek renovasi tersebut di sana," kata Husnison sambil menunjuk pintu masuk di utara yang menghadap ke timur.  Tampak lubang pintu vberkusen tumpukan batu gilang itu terpahat tulisan  Anno 1718.

GHusnison Nizar mengatakan untuk pengunjung museum ada   pintu di sebelah selatan yang juga menghadap ke timur. 

"Tampaknya pengunjung tidak surut. Terutama wisatawan  mancanegara bulan Juli ini meningkat," katanya. Hal itu karena mereka sedang menikmati liburan panjang. Tercatat kunjungan wisman terbanyak dari China, Jepang, Amerika, Eropa terutama Negeri Belanda, Inggeris dan Jerman.

 Dari rekap Rusmawati selaku bendahara UP Museum Kebaharian tercatat pengunjung Museum Bahari tanggal 2 - 17 Juli 2019 ada 1.617 orang, termasuk 246 orang wisatawan mancanegara (wisman).

Bila diambil rata-rata pengunjungnya 115 orang/hari, termasuk wisatawan mancanegara rata rata 18 orang/hari.

Meningkat signifikan dibanding bulan Juni yang rata- rata  hanya 98 orang/hari,  termasuk wisman rata- rata 10 orang/hari. Harus diingat tiap Senin museum tutup.

Bila dihitung kenaikan jumlah pengunjung dari 97 orang/hari menjadi 115 orang/hari, naik 18,5%.

 Mengenai Menara Syahbandar yang  dibangun tahun 1839 di Museum Bahari,  Husnison tidak keberatan masyarakat menyebutnya Menara Goyang. Sebab menara yang sedikit miring ke selatan itu memang terasa bergoyang bila kita  berada di atas menara setinggi 18 meter itu,  sementara kendaraan berat lewat di Jalan Pakin  dekat menara tersebut. 

Arkeolog Candrian Attahiyat selaku  anggota Tim Ahli Cagar Budaya menyatakan senang Museum Bahari mulai direstorasi. "Namun mengenai rencana pembangunan tanki besar vatau tandon air di Museum Bahari, itu perlu ditinjau ulang.  Sebab akan  menutupi tampilan bangunan cagar budaya  atau mengganggu visual sejarah," ujar Candrian. 

Sebelumnya Husnison Nizar selaku arkeolog juga sepaham dengan Candrian. Namun ada solusi yang dapat diambil,  misalnya tanki air itu  tidak dibangun di permukaan tanah melainkan di bawah tanah. ***