logo

Gayus: Konsep Hukum Indonesia Tertinggal Jauh Dari Kemajuan Teknologi

Gayus: Konsep Hukum Indonesia Tertinggal Jauh Dari Kemajuan Teknologi

Seminar nasional teknologi yang diinisiasi FT Unkris.
17 Juli 2019 21:57 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Gayus Lumbuun mengungkapkan konsep-konsep hukum di Indonesia hampir tidak tersentuh oleh kemajuan teknologi.

Hakim Agung periode 2011-2018 itu menilai dari perspektif hukum, kemajuan teknologi sekarang ini merisaukan. "Kita sudah tertinggal jauh di bidang hukum dan teknologi," ujarnya dalam Seminar Nasional Teknologi (Semnastek) bertema Teknologi Untuk Keadilan dan Kedaulatan, yang digelar Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Rabu (17/7/2019), di Pendopo Kampus Unkris, Jakarta.

Semnastek 2019 Unkris dibuka oleh Rektor Unkris Dr H Abdul Rivai, SE, MSi. Selain Gayus Lumbuun, pembicara lain dalam Semnastek Unkris adalah Ketua BPBN Sarwidi, Vice President Ingormation Tecknology PT Pertamina Bina Medika Herwanto. Sementara Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menjadi pembicara kunci. Zulkifli merupakan almamater FE Unkris angkatan 1982.

Gayus mengatakan, sekarang ini banyak negara di dunia tidak cuma memikirkan perlindungan data pribadi, namun bagaimana menghadapi tindak kejahatan teknologi.

"Di negara kita, hukum atau UU Perlindungan data pribadi saja belum dibentuk, apalagi memikirkan persoalan hukum dan teknologi berikutnya. Oleh karenanya, saya katakan, kita tertinggal dua generasi persoalan hukum dan teknologi," katanya.

Mengulang pendapat Brad Smith (President Microsoft), Gayus mengungkapkan 6 prinsip etika utama yang harus menyertai penerapan teknologi. Yakni keadilan, keandalan dan keamanan, privasi, inklusivitas, transparansi, serta akuntabilitas.

"Keadilan dimaksud agar tak ada kelompok masyarakat yang tidak terakses teknologi. Teknoligi harus familiar terhadap semua pihak, termasuk kaum disabilitas," ujarnya.

Prinsip keandalan dan keamanan dimaksud agar kepentingan manusia dalam setiap kemajuan teknologi dapar diantisipasi dan diatasi. Misalnya UU dan norma tabggung jawab produk yang masih berdasar pada dampak teknologi seabad yang lalu. "Bahkan di Indonesia, norma mengenai tanggung jawB produk masih menggunakan doktrin lama, tanpa mempertimbangkan perlunya berevolusi untuk mengantisipasi penkngkatan kecerdasan buatan (AI).

Teknologi, kata Gayus, juga harus memperhatikan privasi dan keamanan. Perlu dirancang sistem perlindungan terhadap tindakan oknum jahat dan memastikan penggunaan data secara bertanggung jawab.

"Perkembangan teknologi juga harus memberi manfaat kepada pengguna dengan menciptakan fitur atau aplikasi yang dibutuhkan penggunanya.

Kedaulatan digital sangat penting karena terkait dengan akses data pribadi.

Perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih mempermudah setiap orang mengakses informasi di semua bidang. Namun kemudahan itu kerap dijadikan untuk kejahatan.

"Kelengahan mengantisipasi kejahatan siber akan menjadikan negara rentan terhadap serangan siber. Indonesia kuga memiliki potensi serangan siber," katanya.

Untuk itu, Gayus memandang penting adanya Uu Keamanan Siber dan Perlindungan Data Pribadi.

 

Masukan Bagi Pemerintah

Sementara itu, Dekan FT Unkris, Dr Ir Ayub Muktiono, MSIP, mengungkapkan Semnastek 2019 merupakan kali kedua yang diinisiasi FT Unkris. 

"Ini akan kita jadikan kalender tahunan. Tahun ini lebih dari 100 makalah hasil penelitian teknologi kita bahas. Sekitar 40 peneliti dari berbagai perguruan tinggi, lembaga-lembaga penelitian, perusahaan, terlibat di sini," ujarnya.

Ayub menambahkan hasil kajian seminar nasional ini akan dijadikan masukan kepada pemerintah, khususnya mengenai perkembangan teknologi bagi kedaulatan dan keadilan bersama.

"Mudah-mudahan bisa menjadi wacana bagus bagi pembangunan teknologi nasional. Tidak hanya untuk pembangunan perkotaan, namun juga penerapan teknologi di seluruh pelosok tanah air. Jadi tak hanya kota saja yang paham dan melek teknologi, tapi juga bermanfaat untuk pengembangan wilayah pelosok tanah air," ujarnya.

Diungkapkan, salah satu temuan teknologi yang dibahas dalam Semnastek Unkris 2019 adalah teknologi mengusir hama burung pada tanaman padi, serta sistem pembagian air/tata kelola air irigasi secara digital. ***

 

 

Editor : Laksito Adi Darmono