logo

Semnastek Unkris 2019, Bahas Lebih 100 Makalah Teknologi Anak Bangsa

Semnastek Unkris 2019, Bahas Lebih 100 Makalah Teknologi Anak Bangsa

Dekan FT Unkris, Dr Ir Ayub Muktiono, MSIP
17 Juli 2019 21:40 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Universitas Krisnadwipayana (Unkris) kembali menggelar seminar tingkat nasional teknologi (Semnastek). Tak kurang dari 100 makalah temuan-temuan baru di bidang teknologi karya anak bangsa, dibahas dalam seminar yang diinisiasi Fakultas Teknik Unkris Jakarta.

Dekan FT Unkris, Dr Ir Ayub Muktiono, MSIP, mengungkapkan Semnastek 2019 merupakan kali kedua yang diinisiasi FT Unkris. 

"Ini akan kita jadikan kalender tahunan. Tahun ini lebih dari 100 makalah hasil penelitian teknologi kita bahas. Sekitar 40 peneliti dari berbagai perguruan tinggi, lembaga-lembaga penelitian, perusahaan, terlibat di sini," ujarnya, disela-sela seminar, Rabu (27/7/2019), di Pendopo Kampus Unkris, Jatiwaringin, Jakarta.

Semnastek 2019 Unkris dibuka oleh Rektor Unkris Dr H Abdul Rivai, SE, MSi. Selain Gayus Lumbuun (Hakim Agung periode 2011-2018), pembicara lain dalam seminar bertema 'Teknologi Untuk Keadilan dan Kedaulatan' ini, adalah Ketua Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) Sarwidi, Vice President Information Tecknology PT Pertamina Bina Medika, Herwanto. Sementara Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menjadi pembicara kunci. Zulkifli merupakan almamater FE Unkris angkatan 1982.

Ayub menambahkan hasil kajian seminar nasional ini akan dijadikan masukan kepada pemerintah, khususnya mengenai perkembangan teknologi bagi kedaulatan dan keadilan bersama.

"Mudah-mudahan bisa menjadi wacana bagus bagi pembangunan teknologi nasional. Tidak hanya untuk pembangunan perkotaan, namun juga penerapan teknologi di seluruh pelosok tanah air. Jadi tak hanya kota saja yang paham dan melek teknologi, tapi juga bermanfaat untuk pengembangan wilayah pelosok tanah air," ujarnya.

Diungkapkan, salah satu temuan teknologi yang dibahas dalam Semnastek Unkris 2019 adalah teknologi mengusir hama burung pada tanaman padi, serta sistem pembagian air/tata kelola air irigasi secara digital.

Selain teknologi di bidang pertanian, Semnastek Unkris 2019, juga memaparkan berbagai temuan teknologi di berbagai aspek, seperti teknik pemadaman kebakaran, teknologi pembangunan waduk penahan banjir dan masih banyak lagi.

Teknologi pengusir hama burung merupakan kreasi mahasiswa Unhas berupa alat sensor cerdas sebagai solusi untuk menekan serangan hama burung di lahan persawahan. Penemunya 3 mahasiswa Unhas dan mereka menamai temuannya 'ALI ABU'.

Ide untuk menciptakan alat tersebut terinspirasi dari persoalan yang dihadapi para petani, yakni gangguan hama burung saat bulir padi mulai muncul hingga masa panen.

Perangkat yang mereka buat dilengkapi dengan sensor image yang berfungsi untuk mendeteksi objek (burung). Ketika objek telah terdeteksi maka alat tersebut akan bergerak secara otomatis. Dengan disambungkan pada tali penghalau di sawah, maka burung akan terbang ketakutan, dan padi di sawah terhindar dari serbuan burung. Sederhana, namun sangat efektif. 

Temuan lain dihasilkan mahasiswa Teknik Unkris, yakni alat pengatur debit air pada itigasi sawah. Alat yang dilengkapi sensor ini, mampu mengatur kapan pintu air harus terbuka dan tertutup melalui sensor debit air di saluran irigasi utama.

"Jadi, ribuan hektare sawah bisa dicover sistem pengairannya lewat alat sensor ini," ujar Ayub. ***

 

Editor : Laksito Adi Darmono