logo

Mensos Kunjungi BRSLU Gau Mabaji, Kabupaten Gowa

Mensos Kunjungi BRSLU  Gau Mabaji,  Kabupaten Gowa

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) didampingi Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto (kanan) dan Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Lansia Gau Mabaji Syam Wuryani (kiri).(foto, ist)
17 Juli 2019 16:31 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - GOWA : "Mana Pak Mensos, mana beliau....," tanya itu dilontarkan Ismail Arsyad. Seorang lanjut usia (lansia) penghuni Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) Gau Mabaji, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (16/7/2019) siang.

Dia tampak tak sabar untuk bertemu Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita,  bersama rombongan, di antaranya Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto dan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Pepen Nazarudin mengunjungi balai tersebut.

Pria yang tengah membuat bunga kertas ini melihat ke arah rombongan yang memasuki aula. Ismail mengulurkan tangan kanannya kepada Mensos, keduanya berjabatan seraya tersenyum.

Mensos kemudian duduk di antara para lansia sambil mengamati kegiatan mereka, membuat aneka kerajinan dari limbah plastik bekas air mineral. "Assalamualaikum, apa kabarnya, sedang sibuk apa hari ini," sapa Mensos ramah.

Kedatangan Mensos disambut hangat para lansia yang tengah beraktivitas sehari-hari di aula tersebut. Ada yang sedang membaca koran, ada yang sedang membuat kerajinan tangan bunga kertas, ada juga yang tengah duduk mengobrol dengan sesama kawan. Sesekali mereka bersenandung dan bersenda gurau.

Mensos juga menghampiri dan berjongkok di dekat seorang bapak yang duduk di kursi roda. Darmono, lansia yang duduk di kursi roda itu, segera menggenggam tangan Mensos. Laki-laki itu lantas mengajak Mensos bernyanyi.

"Ini lagunya Broeri (Marantika, red). Saya masih ingat...," tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Para ansia yang diajak berdialog oleh Mensos, banyak bercerita tentang kegiatan mereka selama di balai. Senyum terkembang di bibir mereka melihat kunjungan Mensos dan rombongan. Mensos menyempatkan pula menjenguk ruang asrama.

Terkait dengan kegiatan para lansia tersebut, Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Lansia Gau Mabaji Syam Wuryani saat mendampingi Mensos berdialog dengan lansia mengatakan, kegiatan yang dilakukan merupakan bagian dari Terapi Penghidupan.

Perempuan yang akrab disapa Yani ini mengungkapkan, Terapi Penghidupan sangat penting untuk melatih psikomotorik lansia. Pada sesi ini biasanya lansia berkumpul di satu ruangan bersama-sama, saling mengobrol dengan sesama lansia sambil beraktivitas membuat bunga kertas, aktivitas mewarnai batu untuk hiasan, menggunting, menyusun dan merangkai limbah botol plastik air mineral menjadi wadah serbaguna.

"Berbagai aktivitas yang dilaksanakan lansia di Balai diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka secara optimal. Selain terapi Penghidupan, mereka juga mendapatkan Terapi Fisik, Terapi Psikososial, serta Terapi Spiritual," terangnya.

Balai Rehablitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) Gau Mabaji Gowa pada tahun 2019 ini menargetkan menjangkau dan memberikan layanan kepada 390 lanjut usia yang berada di regional wilayah kerjanya. Dari jumlah tersebut sebanyak 100 orang untuk lansia yang membutuhkan rehabilitasi lanjutan dalam balai dan 290 orang lansia yang berada di masyarakat melalui program penjangkauan, dukungan keluarga, dan Home Care melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

Jangkauan wilayah kerja Balai Rehabilitasi Sosial Gau Mabaji Meliputi 10 provinsi, terdiri dari Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, serta Kalimantan Utara.

BRSLU Gau Mabaji telah berhasil menorehkan pencapaian ISO 9001:2015 dalam Management Quality System dan memiliki Akreditasi lembaga dari Badan Akreditasi dengan nilai tertinggi 566 (excelent).

Editor : Azhari Nasution