logo

Kongres Diaspora Indonesia 5 Pertemukan Para Perwakilan Usaha

Kongres Diaspora Indonesia 5 Pertemukan Para Perwakilan Usaha

16 Juli 2019 19:31 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Kongres Diaspora Indonesia ke-5 The Fifth Congress of Indonesian Diaspora (CID-5) yang digelar Sabtu (10/8/2019) akan mempertemukan perwakilan usaha negara-negara sahabat dengan semua elemen pemegang kebijakan dalam negeri. Para perwakilan dari Australia, Amerika Serikat, Jepang, Timur Tengah dan Tiongkok itu sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam event yang akan digelar di Jakarta tersebut.

Menurut Ketua Penyelenggara CID-5, sekaligus inisiator, Iwan Sunito, pihaknya sudah memili lokasi di The Kasablanka Hall untuk kongres yang akan diselenggarakan selama tiga hari tersebut. "Thema kali ini adalah Empowering Indonesia’s Human Capital," ujarnnya, Selasa (16/7/2019).

Kongres ini akan mempertemukan diaspora Indonesia, untuk berdiskusi tentang isu dan tantangan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dari berbagai sektor. Mulai dari sisi ekonomi, politik, hingga sosial dan budaya.

Konferensi ini akan berfokus pada penguatan peran Diaspora Indonesia dalam peningkatan kualitas SDM. "Kami berusaha menginisiasi sebuah kegiatan yang mampu menjadi inkubator bagi semua pemegang kebijakan lokal dan luar negeri," ujarnya.

Semua pihak nantinya akan dipertemukan agar bisa berkomunikasi dalam sebuah forum non-informal. Pertemuan itu dibuat dalam sebuah sesi khusus, untuk membuka peluang kerjasama usaha dari semua perwakilan negara yang ikut berpartisipasi.

Iwan yang juga CEO Crown Group ini sudah berkomunikasi dengan secara intensif dengan kedutaan-kedutaan besar terkait untuk membantu memfasilitasi sesi networking ini. Rencananya, sesi khusus ini hanya berlangsung selama satu hari, pada tanggal 10 Agustus 2019 saja.

Pertemuan ini akan dimulai setelah acara pembukaan dan terbuka bagi semua pengunjung baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Semua pengunjung dipersilakan datang dan bergabung dalam sesi networking tersebut.

Pihaknya optimis, sesi khusus ini bisa menjadi sebuah wadah untuk terciptanya berbagai bentuk kerjasama bilateral baru yang akan saling menguntungkan semua pihak terkait. "Tentu saja hal ini merupakan wujud dari fungsi utama Diaspora, yaitu Connecting The Dots," ujarnya.

Konferensi ini diharapkan akan menjadi pertemuan terbesar bagi Diaspora Indonesia. Pihaknya memperkirakan sebanyak 5.000 partisipan dari dalam maupun luar negeri akan hadir dalam event tersebut.***

Editor : Azhari Nasution