logo

Ucapan Selamat Prabowo Kukuhkan Jokowi Presiden 2019-2024, Tanpa Syarat Apa Pun?

Ucapan Selamat Prabowo Kukuhkan Jokowi Presiden 2019-2024, Tanpa Syarat Apa Pun?

Foto: Biro Pers Setpres.
14 Juli 2019 17:44 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Calon Presiden (Capres) Nomor 02 Prabowo Subianto perlu diapresiasi semua pihak. Kedua pemimpin sudah bertemu, ini merupakan kemajuan demokrasi yang luar biasa. Hal itu sekaligus mengindikasikan bahwa jalinan persahabatan mereka tetap melekat kendati habis bertarung habis-habisan di Pilpres 2019.

Kalau pemimpinnya bersahabat, logikanya para pendukungnya juga harus bersahabat, kembali bersatu, saling membantu dan saling mendukung untuk kebaikan bangsa ke depan. Kegaduhan politik yang terjadi pasca Pemilu 2019 pun diharapkan dapat segera dieliminasi untuk kemudian lebih berkonsentrasi membangun bangsa bersama-sama.

Dari tayangan live televisi, Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto bertemu di Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/7/2019) pagi. Yang menarik, begitu bertemu keduanya terlihat sempat cipika-cipiki dan Jokowi pun kemudian merangkul Prabowo. Tampak keduanya saling sapa penuh kehangatan dan ngobrol bareng di atas kereta.

Namun, dari pertemuan itu, yang terpenting, Prabowo sudah menyampaikan ucapan selamat kepada Jokowi menyusul penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Presiden RI periode 2019-2024. Meski terlambat namun ternyata Prabowo punya alasan khusus. Dan, apalagi ia pun menyatakan kesiapannya untuk membantu bila diperlukan untuk kepentingan rakyat.

“Ada yang bertanya mengapa saya belum sampaikan ucapan selamat. Saya katakan bagaimanapun ada ewuh-pekewuh, ada tata krama, kalau mengucapkan selamat itu maunya ketemu langsung. Jadi, saya ucapkan selamat bekerja, saya juga ucapkan selamat karena rambut putih,” kata Prabowo dalam konperensi pers bersama Presiden Jokowi di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7/2019) pagi.

Prabowo menjelaskan, menjadi presiden itu mengabdi. Jadi, masalah yang dipikul Presiden itu besar. Untuk itu, Prabowo menyampaikan kesiapannya untuk membantu. “Kami siap membantu kalau diperlukan untuk kepentingan rakyat,” kata Prabowo menegaskan.

Namun Prabowo mengatakan pihaknya agar diperbolehkan mengkritik Jokowi. Sebab, demokrasi membutuhkan kritik. "Tapi kami juga minta maaf kalau kami mengkritisi Bapak sekali-kali, kan demokrasi butuh check and balances," ujarnya.

Dalam konteks demokrasi, hal ini menunjukkan bahwa Prabowo sudah menerima hasil Pilpres 2019 seiring dengan penetapan Jokowi sebagai Presiden 2019-2024 oleh KPU setelah gugatan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin atas rivalnya, Prabowo-Sandiaga Uno. 

Kemudian, dafi pernyataannya Prabowo dan pendukungnya toh siap mendukung pemerintahan Jokowi, baik nanti sebagai bagian dalam pemerintahan Jokowi maupun sebagai oposisi.

Menanggapi hal itu Presiden Jokowi mengatakan, kalau masalah koalisi harus dirundingkan dengan sesama anggota koalisi. Ia meyakini, Prabowo pun akan melakukan hal yang sama, yaitu merundingkan dengan anggota koalisinya. Termasuk pula dengan relawan. "Dengan relawan juga begitu" ucapnya.

Direncanakan Lama

Dalam keterangan pers di Stasiun Senayan, Presiden Jokowi mengemukakan, pertemuannya dengan Prabowo Subianto hari ini merupakan pertemuan seorang sahabat, seorang kawan, seorang saudara yang sudah direncanakan lama.

“Tapi Pak Prabowo juga sibuk sering mondar-mandir ke luar negeri, saya pun juga begitu pergi-pergi dari Jakarta ke luar daerah dan juga ke luar negeri, sehingga pertemuan yang kita rencanakan itu belum bisa dilaksanakan. Alhamdaulillah, hari ini kita bertemu di MRT karena saya tahu Pak Prabowo belum pernah nyoba MRT,” kata Presiden.

Presiden Jokowi juga menyampaikan setelah kompetisi di Pemilihan Presiden yang merupakan kompetisi yang sangat berat, baik di antara dirinya dengan Prabowo maupun di antara pendukung. Oleh sebab itu, ia bersyukur sebagai sehabat, sebagai kawan, bisa bertemu kembali dengan Prabowo.

Menanggapi hal itu, Prabowo Subianto mengatakan, walaupun pertemuannya dengan Presiden Jokowi seolah tidak formal, tetapi memiliki dimensi dan arti yang sangat penting.

“Tadi dikatakan kita bersahabat dan kita berkawan, jadi kalau kita kadang-kadang bersaing, kadang-kadang saling mengkritik, itu tuntutan politik, tuntutan demokrasi. Tetapi sesudah berkompetisi, sesudah bertarung dengan keras, kita tetap dalam kerangka bangsa Indonesia. Kita sama-sama anak bangsa, sama-sama patriot, kita ingin berbuat yang terbaik buat bangsa,” tegas Prabowo.

Ia juga memuji MRT yang digagas Presiden Joko Widodo yang menurutnya luar biasa. “Kita bangga akhirnya Indonesia punya MRT,” ucapnya.

Cebong-Kampret Diganti Garuda Pancasila

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyampaikan harapannya agar para pendukung juga melakukan hal yg sama, karena kita adalah saudara se tanah air.

“Tidak ada lagi yang namanya 01, yang namanya 02, yang namanya cebong, yang namanya kampret. Yang ada adalah Garuda, Garuda Pancasila,” kata Presiden seraya mengajak semuanya untuk merajut dan menggerakkan kembali persatuan membangun bangsa karena kompetisi global antar negara sangat ketat, sehinga perlu kebersamaan dalam memajukan bangsa.

Menanggapi hal itu, Prabowo Subianto menyampaikan persetujuannya agar yang namanya cebong, dan yang namanya kampret sudah tidak ada lagi. “Saya setuju, sudahlah ngga ada cebong-cebong, ngga ada kampret-kampret, semuanya merah putih,” ungkap Prabowo menegaskan.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan Ketua Tim Kemenangan Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin Erick Tohir.

Sementara Prabowo Subianto didampingi oleh Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. 
 
Tak Ada Syarat Apa Pun

Dilansir Setkab.go.id, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menegaskan, tidak ada syarat apa pun yang diajukan pada pertemuan antara Presiden Jokowi yang sudah ditetapkan KPU sebagai Presiden RI periode 2019-2024 dengan Calon Presiden 02, Prabowo Subianto, Sabtu (13/7/2019).

“Pertemuan hari ini betul-betul engga ada syarat apa pun, termasuk syarat memulangkan siapa saja engga ada,” kata Seskab menjawab wartawan usai mendampingi Presiden Jokowi bertemu dengan Prabowo Subianto, sejak dari Stasiun MRT Lebak Bulus Jakarta hingga santap siang bersama di FX Soedirman, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7/2019) pagi.

Seskab juga menyampaikan, Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto telah menyepakati akan saling berkomunikasi dan mengunjungi. Sehingga, pertemuan yang terjadi pada hari ini bukan pertemuan yang terakhir. “Pasti akan ada pertemuan selajutnya, dan tidak ada syarat-syarat seperti yang disampaikan,” ujarnya.

Turunkan Tensi

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi sudah menyampaikan secara terbuka sesudah ini tidak ada lagi 01 atau 02, tidak ada lagi kampret dan cebong. Prabowo pun juga mengatakan hal yang sama. “Mudah-mudahan tensinya akan segera turun,” ucap Seskab Pramono Anung.

Mengenai bentuk kerja sama ke depan, Seskab meyakini, baik Presiden Jokowi maupun Prabowo tentunya akan menyampaikan hal tersebut kepada partai-partai koalisi.

Peran BG

Pertemuan Presiden Jokowi-Prabowo di MRT dan rumah makan sate Senayan rupanya atas kesepakatan mereka berdua. Pertemuan itu sebenarnya sudah digagas cukup lama namun karena keterbatasan waktu kedua pemimpin, akhirnya baru terwujud Sabtu (13/7/2019).

 "Dan, pilihan di MRT ini pilihan berdua karena budaya transportasi kita sudah mengalami perubahan," kata Pramono Anung di Fx Sudirman, Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

Jokowi dan Prabowo awalnya bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan turun di Stasiun MRT Senayan untuk memberikan keterangan pers bersama. Pramono mengatakan Jokowi dan Prabowo membicarakan sejumlah hal di MRT. "Waktu di gerbong selama 17 menit, hanya mereka berdua mengenai apa yang dibahas mereka berdua," kata Pramono.

Setelah itu, mereka jalan kaki menuju rumah makan Sate Khas Senayan di Fx Sudirman. Hidangan sate dan pecel tersedia. Jokowi dan Prabowo tampak duduk berdua.

"Pilihan di Sate Khas Senayan (juga) pilihan berdua karena Pak Prabowo sate kambing, Pak Jokowi suka pecel dan tempe. Kombinasi ini terjadi hari ini dan Alhamdulillah, pertemuan berjalan dengan baik," ujar Pramono pula

Terkait kehadiran sosok Kepala BIN Budi Gunawan (BG) dalam pertemuan itu, Pramono Anung mengungkapkan kapasitas BG sebagai Kepala BIN. Menurut Pramono, BG bekerja senyap di balik pertemuan Jokowi dan Prabowo, yang sama-sama maju di Pilpres 2019.

"Pak Budi Gunawan Kepala BIN. Beliau bekerja tanpa ada suara," kata Pramono.

BG juga tampak mendampingi Prabowo saat tiba di Stasiun MRT Lebak Bulus. Jenderal purnawirawan bintang empat ini turut mengantar Prabowo meninggalkan Fx Soedirman.

Pramono senang akhirnya apa yang dikerjakan BG mempertemukan Jokowi dan Prabowo berhasil. Sebab, pertemuan keduanya diharapkan terjadi seusai pergelaran pilpres.

"Dan, Alhamdulillah yang dikerjakan hari ini tercapai," ucap Pramono.

Prabowo Subianto tiba di Stasiun MRT, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019) pukul 0950 WIB didampingi BG. Dia mengenakan kemeja putih safari dan celana panjang berwarna krem.

Selain Kepala BIN Budi Gunawan, hadir Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Waketum Gerindra Edhy Prabowo, hingga Seskab Pramono Anung. Prabowo tampak tersenyum. Dia juga berbincang-bincang akrab dengan BG dan Pramono.

Pertemuan Prabowo dengan Presiden Jokowi di lokasi ini merupakan pertemuan pertama Jokowi-Prabowo pasca Pilpres 2019. ***

Editor : Pudja Rukmana