logo

Prukades Untuk Pengembangan Kawasan Perdesaan

Prukades Untuk Pengembangan Kawasan Perdesaan

Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan (Dirjen PKP) Kemendes PDTT Harlina Sulistyorini (tengah berjilbab). (foto, ist).
12 Juli 2019 21:56 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - MANOKWARI: Untuk mendorong tumbuhnya klaster klaster Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) seperti produk pertanian dan perkebunan di Kabupaten Manokwari. Maka, dikembangkan kawasan pedesaan dengan konsep agropolitan di kawasan yang terdiri dari 12 kampung.

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan (Dirjen PKP) Kemendes PDTT Harlina Sulistyorini, saat peresmian program pengembangan kawasan pedesaan argopolitan di Desa Sidey, Manokwari, Papua Barat, Kamis (11/7/2019).

Dalam kegiatan ini, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) juga memberi paket bantuan berupa rice milling unit, jalan lingkar di kawasan perdesaan, pasar desa dan rumah panjang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Harlina menyebutkan, Kabupaten Manokwari merupakan salah satu Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional (KPPN) sebagai upaya pemerintah dalam mempercepat pengembangan wilayah pedesaan.

“Kesepahaman dan komitmen yang telah terjalin di level pusat dapat menular ke pemerintahan daerah. Untuk sama sama berkomitmen dalam mendukung kegiatan pembangunan pedesaan, melalui kegiatan pembinaan, sharing program, anggaran dan kegiatan lain yang dapat mempercepat pembangunan kawasan pedesaan," paparnya.

Sejalan dengan komitmen ini, Kemendes PDTT melalui Ditjen PKP sejak tahun 2017 telah memberikan berbagai fasilitas dalam rangka mempercepat pembangunan kawasan. Seperti pembangunan infrastruktur desa melalui dana desa, program pendampingan oleh pendamping desa. Kemudian dilanjutkan pada tahun 2018 dengan mengembangkan kegiatan pascapanen, seperti pembangunan pasar desa.

“Desa harus dibangun dalam sebuah kerangka pembangunan yang terintegrasi, terencana, dan terpadu. Sehingga, di perlukan perencanaan dan penetapan pembangunan awasan,” tuturnya.

Editor : Yon Parjiyono