logo

Gurauan Bom Di Batik Air Beberapa Waktu Lalu Di Manokwari Diproses Polisi

Gurauan Bom Di Batik Air Beberapa Waktu Lalu Di Manokwari Diproses Polisi

11 Juli 2019 22:40 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - MANOKWARI: Kepolisian Resor Manokwari, Papua Barat akan memproses kasus gurauan bom yang dilakukan seorang penumpang pesawat Batik Air beberapa waktu lalu.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi, di Manokwari, Rabu, mengutarakan bahwa pelaku yang merupakan oknum aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut sudah diperiksa.

"Pelaku sudah mengakui salah, dia khilaf dan sudah menyampaikan permohonan maaf, juga membuat pernyataan. Meskipun demikian, pihak maskapai tetap menginginkan kasus ini diproses hukum," kata Adam seperti dilansir Antara, Kamis (11/7/2019).

Saat ini, kasus tersebut ditangani Satuan Reserse dan Kriminal Polres Manokwari. 

Gurauan bom yang dilakukan ASN yang diketahui berinisial JT itu, terjadi pada Selasa (2/7/2019) saat pesawat Batik Air sedang bersiap-siap melanjutkan rute penerbangan Manokwari-Makassar.

Saat itu, para penumpang sudah melakukan boarding termasuk JT yang mengenakan seragam PNS dan membawa tas. Pramugari yang sedang melakukan pemeriksaan meminta dia menyimpan tas tersebut di kantong kursi pesawat.

Spontan, sambil tersenyum JT menjawab permintaan pramugari dengan mengatakan bahwa di dalam tas yang ia bawa berisi bom. Mendapat jawaban tersebut, pramugari melaporkan hal ini kepada petugas Avsec Batik Air.

JT langsung diturunkan, lalu dibawa ke Polsek Kawasan Bandara Rendani. Polisi pun melakukan interogasi dan memeriksa tas berwarna ungu yang dibawanya.

Tidak ada bom, polisi hanya menemukan dua handphone, satu botol kecil madu, dompet dan charger handphone dalam tas itu.

"Ini harus jadi pelajaran bagi masyarakat, kasus seperti ini sudah beberapa kali terjadi di Indonesia. Meskipun sekedar gurauan, namun yang namanya bom akan dianggap serius dalam penerbangan, karena menyangkut keselamatan orang banyak," kata Kapolres menambahkan. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto