logo

Peran Penthahelix Bagi Peningkatan Pariwisata Malang Raya

Peran Penthahelix Bagi Peningkatan Pariwisata Malang Raya

11 Juli 2019 13:58 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - MALANG: Sektor pariwisata Malang makin menggeliat. Pertumbuhannya besar. Marketnya sangat menjanjikan. Hal ini membuat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) makin serius memperkuat positioning Malang. Salah satunya lewat Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Kamis (11/7). Program bertajuk ‘Pengembangan Wisata Perkotaan Malang Raya’ ini berlangsung di Hotel The 101 Malang OJ. Beragam potensi Kota Malang dikupas tuntas di FGD ini.

" Peran penthahelix sangat menjadi peran kunci. Seperti kuatnya komunitas yang ada di Malang. Kampung-kampung kreatif seperti kampung biru dan kampung warna warni lahir berkat pentahelix yang kuat. Komunitas kuat. Lahirlah hal yang kreatif," ujar Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kemenpar Vitria Ariani. Unsur penthahelix itu terdiri dari Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah dan media.

Wanita yang biasa disapa Ria itu juga meminta kepada para pelaku untuk melibatkan generasi millenial. Karena kaum milenial sekarang mencari sebuah pengalaman dalam berwisata. Mereka mencari destinasi yang unik, menarik dan lengkap. Itu semua dimiliki Malang. "Nah untuk membedakan wisata Malang dan lainnya maka dibutuhkan sebuah konsep perjalan wisata yang berbeda. Inilah yang kita angkat di FGD ini," ujar Vitria.

Di samping itu story telling dalam memperkuat strategi pengembangan pariwisata Malang juga sama pentingnya. Dengan sebuah konsep story telling yang baik, maka akan semakin membuat wisatawan tertarik berwisata ke Kota Malang. Menurut Vitria, Malang harus memiliki sebuah cerita yang diangkat. Dengan itu akan menambah pengalaman dari wisatawan.

"Ini yang menjadi pembeda antara wisata Malang dan daerah lainnya. Ada sebuah cerita unik dibalik setiap destinasi yang ditawarkan. Ini yang akan memantik rasa penasara wisatawan," paparnya.

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adyani mengatakan, Malang juga harus memanfaatkan digitalisasi. Kerjasama dengan berbagai platform perjalanan wisata digital mutlak dilakukan. Dengan itu akan semakin mempermudah wisatawan mencari paket terbaik yang diinginkannya.

"Di era digital, aplikasi yang
menawarkan paket perjalanan 
wisata yang sangat banyak dan 
ditambah dengan fitur pay later semakin memudahkan kaum
milenial dalam traveling. Ini harus dimanfaatka dengan membangun kerjasama dengan berbagi platform tersebut. Karena wisatawan saat ini mencari perjalanan wisata yang menawarkan berbagai kemudahan," ujar Giri.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya Harini menyebut jika FGD ini menyasar seluruh stakeholder pariwisata Malang. Terutama pengelola kampung wisata. Karena kampung wisata menjadi sebuah keunggulan yang dimiliki oleh Kota Malang.

"Disini akan di kupas tuntas peningkatan pengembangan destinasi yang ada. Akan banyak diskusi serta terjun langsung mengatasi permasalahan yang ada. Dengan itu diharapkan akan mengupgrade kemampuan pelaku pariwisata yang ada di Malang," ucap Oneng.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Sumber Daya Manusia (SDM) harus terus ditingkatkan baik jumlah maupun mutu. Minimal, SDM yang ada sesuai standar Masyarakat Ekonomi ASEAN, sehingga memiliki keunggulan komparatif jika dibandingkan dengan tenaga kerja dari negara lain.

“Kita harus menjadikan masyarakat garda terdepan pelayanan pariwisata. Karena harus berpacu melawan tuntutan pengembangan destinasi dan industri. Ingat hanya dengan cara yang tidak biasa kita bisa mendapatkan hasil yang luar biasa. Masyarakat harus tampil sehingga mereka pun ikut menjadi pelaku wisata dan bukan hanya penonton,” kata Arief Yahya.

Apalagi pariwisata mempunyai multiplier effect yang memberikan pengaruh yang kuat pada lingkungan sekitarnya. Dengan peran aktif masyarakat menjaga kearifan lokal tentunya akan semakin membuat wisatawan betah. Dengan itu dapat dipastikan akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. 

"Ini harus dipahami oleh seluruh stakeholder yang ada. Karena tanpa peran aktif mereka tentu percepatan juga tidak dapat dilakukan,” pungkas Menteri asal Banyuwangi itu.

Editor : Markon Piliang