logo

Hartono Tanuwidjaja Apresiasi Tindakan Eksekutor Kejari Jakarta Utara

Hartono Tanuwidjaja Apresiasi Tindakan Eksekutor Kejari Jakarta Utara

advokat Hartono Tanuwidjaja dan Selamat Tambunan
11 Juli 2019 11:37 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Advokat Hartono Tanuwidjaja SH MSi MH MCL dan Selamat Tambunan SH MH mengapresiasi sikap Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara yang proaktif dalam hal perwujudan penegakan sekaligus kepastian hukum dengan mengeksekusi tiga terpidana kasus penipuan masing-masing Lie Kim Yang, Ahmad Sugandi dan Syaihul Arifin. Dengan demikian, pencari keadilan merasa tak sia-sia upayanya mencari keadilan yang juga mewujudkan kepastian hukum.

“Kita tahu melakukan eksekusi itu juga tidak mudah, bahkan ada kesulitan tersendiri yang seringkali tidak bisa diprediksi sebelumnya,” ungkap Hartono Tanuwidjaja di Jakarta, Kamis (11/7/2019). Namun demikian, Kejari Jakarta Utara melalui jaksa eksekutor Fedrik Adhar SH MH tetap mengeksekusi atau menjebloskan ke dalam lembaga pemayarakatan (lapas) tiga terpidana kasus penipuan di PT Bilca Markin Jaya Makmur (BMJM) itu.

“Terkait pelaksanaan eksekusi ini, kita benar-benar Mengapresiasi kinerja eksekutor Kejari Jakarta Utara. Selaku penegak hukum pula, kita berharap terus dipertahankan keproaktifan dalam rangka kepastian hukum itu oleh Kejari Jakarta Utara. Bahkan semakin ditingkatkan, termasuk pada sisi-sisi lain penegakan hukum yang menjadi kewenangan Kejaksaan,” tutur Hartono Tanuwidjaja.

Sebagaimana diketahui terpidana Lie Kim Yang, Ahmad Sugandi dan Syaihul Arifin tidak mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Mereka menerima vonis hakim karena telah merasa hukuman tersebut telah setimpal dengan perbuatannya atau telah memenuhi rasa keadilannya. “Selanjutnya kami tentu saja mengeksekusi ketiga terpidana demi kepastian hukum dan demi rasa keadilan untuk saksi korban atau pelaor yang telah dirugikan. Eksekusi ini juga sesuai putusan atau perintah pengadilan yang dibacakan majelis hakim dalam persidangan terbuka untuk umum,” tutur eksekutor yang juga JPU Fedrik Adhar SH MH di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Jaksa yang dinilai berbagai kalangan cukup handal dalam pembuktian delik-delik pidana ini mengakui sempat dihadapkan pada kesulitan saat pelaksanaan eksekusi tersebut. Namun demi komitmen institusi Kejaksaan akan penegakan hukum yang berkepastian dan demi rasa keadilan bagi pencari keadilan itu sendiri akhirnya dapat dilaksanakan sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Fedrik Adhar menyebutkan ketiga terpidana dimasukkan ke Lapas Cipinang untuk menghabiskan sisa masa hukumannya sebagaimana dijatuhkan majelis hakim PN Jakarta Utara. Dalam amar putusan majelis hakim itu sendiri memang diperintahkan agar terpidana Lie Kim Yang menghabiskan hukumannya yang selama lima bulan penjara terkait keterlibatannya membantu aksi penipuan yang dilakukan terpidana Ahmad Sugandi dan Syaihul Arifin. Kedua kawan Lie ini pun diganjar hukuman satu tahun dan enam bulan di dalam bui atas tindak kejahatan yang dilakukannya.

“Eksekusi ini berdasarkan Undang-Undang No 16 tahun 2004. Dalam Undang-Undang ini pula diatur bahwa kami selaku jaksa penuntut umum sekaligus pula sebagai eksekutor putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap,” tutur Fedrik.

Saksi pelapor/korban yang dirugikan miliaran rupiah pun menyambut baik eksekusi yang dilakukan Kejari Jakarta Utara melalui JPU Fedrik Adhar. Korban merasa menemukan keadilan yang dicarinya meskipun sampai saat ini dia masih dirugikan ketiga terpidana.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto