logo

Pemkot Ambon Bersama AMO Kirim Dossier Usulkan Masuk Unesco

Pemkot Ambon Bersama  AMO Kirim  Dossier Usulkan Masuk  Unesco

03 Juli 2019 19:27 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AMBON: Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Ambon Music Office (AMO) telah mengirimkan dossier atau kumpulan dokumen untuk mengusulkan Ambon masuk jaringan kota kreatif  Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB
(United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization - Unesco). 

"Sesuai batas waktu yang ditetapkan yakni pada 30 Juni 2019, kita telah mengirimkan formulir aplikasi dengan pilihan kota kreatif berbasis musik sesuai format yang ditetapkan Unesco," kata Direktur Ambon Music Office, Ronny Loppies, Rabu (3/7/2019) seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan, pengiriman dossier melalui email Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy pada  pukul 14.00 WIT dan pihaknya juga telah menerima konfirmasi email balasan dari Unesco pada 2 Juli 2019.

Tahapan penilaian Unesco dimulai  pada 1-3 Juli 2019 yang dimulai dari Techinal Pre Screening, dilanjutkan 1 Agustus -30 Sepetember 2019 evaluasi keluar, 1-31 Oktober 2019  evaluasi akhir dan penetapan kota kreatif Unesco pada November 2019."Ada dua kota di Indonesia yang mengirimkan dossier yakni Ambon untuk pilihan kota musik dan Surakarta untuk "craft and folk art", ujar Ronny.

Dia menjelaskan, perbedaan dari formulir aplikasi yang dikirimkan yakni tidak ada kunjungan lapangan dari Unesco, tetapi penilaian berdasarkan dossier dan website Ambon Music Office.

Selain itu manfaat "Branding" Ambon kota musik jug harus sejalan dengan tujuan program pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals(SDGs ) pada 2030."Pastinya, sumbangsih Ambon yang dibangun dengan jejaring kota kreatif yakni 31 kota musik lainnya di dunia," kata Ronny.

Ia mengatakan pihaknya juga terus melakukan pembenahan website AMO yang berisi informasi Ambon sebagai kota musik, karena website terhubung tiga link yakni AMO, Pemkot dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

"Konteks besar Unesco lebih ke pendekatan budaya terkait manfaat branding Ambon serta pembangunan berkelanjutan di tahun 2030 sesuai syarat yang ditetapkan Unesco," tandas Ronny.

Dia mengatakan syarat pengisian dokumen Ambon Kota Musik Dunia, di antaranya mengisi biodata kota, bidang kreatif yang dipilih, tampilan umum dari kota, peluang pengembangan khusus, dan tantangan lapisan atau ruang lingkup kota dengan kreativitasnya sebagai penggerak untuk menjawab kebutuhan.

Syarat lainnya, ialah dampak yang diharapkan sebagai penunjukan kota musik, pertimbangan aset dari kota yang tersedia, peranan dan landasan dari bidang kreatif yang bersangkutan yakni musik dengan sejarah kota, serta pusat-pusat penelitian tentang musik.

Hal yang terpenting juga, sebut dia perananan kalangan profesional dalam mengimplemantasikan kota musik, inisiatif, dan kebijakan pemerintah yang memiliki hubungan dengan kota musik dunia, anggaran rencana tahunan untuk rencana aksi, serta partisipasi dalam rapat tahunan. ***

Editor : Silli Melanovi