logo

Tsunami Selat Sunda, Kemensos Salurkan Santunan Dan Jadup Para Korban

Tsunami Selat Sunda,  Kemensos Salurkan Santunan Dan Jadup Para Korban

Dirjen Linjamsos Kemensos Harry Hikmat (kedua dari kiri) serahkan santunan. (foto, ist)
28 Juni 2019 13:34 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - PANDEGLANG: Kementerian Sosial (Kemensos) salurkan santunan ahli waris dan jaminan hidup (jadup) untuk korban tsunami Selat Sunda senilai total Rp4,096 miliar. Bantuan disalurkan di dua tempat yakni di Pandeglang senilai Rp1,755 miliar dan di Lampung Selatan Rp2,341 miliar.

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita, lewat siaran persnya, di Jakarta, Kamis (27/6/2019) menyatakan, saat ini kawasan terdampak tsunami Selat Sunda, sudah masuk masa rehabilitasi dan rekonstruksi. "Sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo," ujarnya.

Kemensos, imbuhnya, bertugas melakukan rehabilitasi sosial, yang di dalamnya termasuk memberikan perlindungan dan pemulihan sosial. "Salah satu wujudnya yaitu memberikan perhatian terhadap korban yang meninggal dalam bentuk santunan ahli waris dan jaminan hidup,” jelasnya.

Mewakili Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Harry Hikmat, didampingi Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Margowiyono nenyampaikan santunan dan jadup tersebut.

Santunan dan jadup diserahkan langsung kepada ahli waris dan korban di Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pandeglang, Rabu (26/6/2019). Kepada para ahli waris dan warga terdampak tsunami, Harry menyatakan, musibah yang pernah terjadi, pada 22 Desember yang lalu menjadi bagian dari muhasabah diri kita sendiri dan juga bagi korban yang dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

“Semoga korban meninggal dalam keadaan husnul khotimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah. Aamiin yaarabbal 'alamiin,” kata Harry Hikmat. Sesuai dengan arahan Mensos, bantuan dimaksudkan untuk mengurangi beban penderitaan atau memberikan tambahan dukungan finansial.

Untuk kebutuhan-kebutuhan dasar maupun kebutuhan lain ketika masa tanggap darurat atau bahkan transisi darurat sudah selesai.

Pemerintah sangat berhati-hati dalam menyalurkan bantuan agar tepat sasaran. Sehingga, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Pemerintah juga mengapresiasi kesabaran korban tsunami dalam menunggu cairnya bantuan. “Bantuan sosial wajib disalurkan dengan tepat sasaran. Penetapannya sedikit rumit karena memerlukan verifikasi dengan seksama. Sehingga, mungkin sedikit rumit dalam penetapannya,” kata Harry Hikmat.

Verifikasi penyaluran bantuan sosial dilakukan tim dari Kemensos, tim dinas sosial provinsi dan kabupaten beserta jajaran pemerintah daerah. Bahkan berikutnya, masih ada lapis kedua yakni verifikasi oleh pihak bank dan mencocokkannya dengan data dari dinas kependudukan dan catatan sipil.

"Itulah yang membuat penyaluran memakan waktu yang cukup panjang, apalagi untuk korban tsunami,” jelasnya.

Dalam penyaluran bantuan ahli waris dan jaminan hidup di Kabupaten Pandeglang, mewakili Mensos, Dirjen Linjamsos Harry Hikmat bersama Bupati Pandeglang Irna Narulita menyalurkan bantuan langsung kepada ahli waris. Sebanyak 117 jiwa mendapatkan santunan ahli waris dengan total bantuan sebesar Rp1.755.000.000. Santunan disalurkan secara non tunai melalui Bank BRI. 

Bantuan di Kabupaten Lampung Selatan senilai Rp2.341.800.000. Bantuan terdiri dari jadup untuk 1.178 jiwa sebesar Rp10.000/ hari/jiwa selama 60 hari sebesar Rp706.800.000. Kemudian santunan ahli waris untuk 109 jiwa masing-masing Rp15.000.000,- sehingga totalnya senilai Rp1.635.000.000.

Editor : Markon Piliang