logo

BKKBN Terus Kembangkan Regulasi Demi Pelayanan KB Komprehensif

BKKBN Terus Kembangkan Regulasi Demi Pelayanan KB  Komprehensif

Pelayanan KB. (foto, ist)
27 Juni 2019 20:59 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Badan Kependudukan dan Keluarga Nasional (BKKBN) terus menerus mengembangkan berbagai kebijakan dan strategis, di antaranya dengan memperluas konsep pemikiran Keluarga Berencana yang tidak hanya terfokus pada pelayanan kontrasepsi saja. Namun, dapat memberikan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang komprehensif.

Demikian dikemukakan, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Dr Dwi Listyawardani Ir MSc, pada acara bakti sosial dalam rangkaianPeringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 26 tahun 2019, di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Untuk menjamin terpenuhinya hak hidup sehat bagi seluruh penduduk termasuk penduduk miskin dan tidak mampu, Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan sumberdaya di bidang kesehatan.

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) untuk memasukkan jaminan kesehatan sebagai salah satu program jaminan sosial. Selain 4 (empat) program jaminan sosial lainnya yaitu jaminan kecelakaan kerja, hari tua, pensiun, dan kematian.

Dijelaskan dalam Undang-Undang, yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan meliputi pelayanan KB. Perlu diketahui ada peningkatan presentase pemakaian alat kontrasepsi (semua cara) pada Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) dari 62 persen pada SDKI 2012 menjadi 64 persen pada SDKI 2017.

Namun, Persentase putus pakai (Drop Out) kesertaan ber KB masih tinggi yaitu 34 persen. Kemudian masih besarnya Pasangan Usia Subur (PUS) yang belum terlayani dan belum menggunakan kontrasepsi, yang terlihat dari persentase wanita kawin umur 15-49 dengan kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi (unmet need) sebesar 11 persen.

Selain itu, menurut WHO 490.000 perempuan di dunia setiap tahun didiagnosa terkena kanker serviks dan 80 persen berada di negara berkembang termasuk Indonesia.

Dijelaskan Dewi, alah satu upaya BKKBN dalam peningkatan KB adalah melakukan penguatan kemitraan. Karenanya, bakti sosial BKKBN secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan reproduksi, serta meningkatkan jumlah peserta KB MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang).

Selain itu, juga meningkatkan koordinasi antara pengelola program KB dalam upaya meningkatkan pelayanan KB. Kegiatan ini mencerminkan penerapan empat pendekatan ketahanan keluarga, yang telah dicanangkan pada Harganas XXVI Tahun 2019. Antara lain Keluarga Berkumpul, Keluarga Berinteraksi, Keluarga Berdaya, serta Keluarga Peduli dan Berbagi. ***

Editor : Pudja Rukmana