logo

Kerukunan Umat Beragama Di Kabupaten Sorong Tak Diragukan Karena Sudah Teruji

Kerukunan Umat Beragama Di Kabupaten Sorong Tak Diragukan Karena Sudah Teruji

Adri Timban SH
25 Juni 2019 23:50 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AIMAS:Kepala Badan  Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sorong, Adri Timban SH,mengatakan,  kerukunan   antar  suku, golongan dan  umat  beragama  di Kabupaten Sorong, Papua Barat  sangat  harmonis dan itu sudah teruji .

“Kalau  kita mau  bandingkan sebenarnya tidak ada bedanya Kabupaten Sorong dengan daerah lainnya baik di Papua Barat mau pun di provinsi lain. Bedanya, di Kabupaten Sorong ini, kerukunan sesama golongan, suku mau pun  agama,  sudah terkristalisasi sejak dulu,”kata  Adri kepada Suara Karya di kantornya di Aimas, Selasa (25/6/2019).

Paling penting  di sini, lanjutnya, adalah dukungan pemerintah daerah  sebagai perekat untuk mempersatukan  berbagai watak dan kepentingan di Kabupaten Sorong . Baik, itu dari aspek agama,suku mau pun golongan selalu mendapat respon  dukungan baik dari pemerintah daerah.

Karena dukungan  kuat  pemerintah daerah tersebut membuat semua pihak termasuk FKUB yang di dalamnya  terdapat  semua tokoh agama di Kabupaten Sorong merasa  kuat.

“Artinya, kalau ada dukungan  pemerintah daerah, itu membuat nilai positif untuk  tergerak  berkoordinasi mengumpulkan berbagai kalangan yang berbeda ini untuk menyatukan tekad.  Di Kabupaten Sorong selama ini kalau ada sesuatu di daerah lain termasuk  gesekan antar  perbedaan suku atau agama,  secara spontan warga ingin  berkoordinasi untuk mengantisipasi dampaknya  ke sini,”kata  Adri.

Biasanya dalam pembahasan, itu dibahas masalah antisipasi serta  memperat komitmen berbagai perbedaan di daerah ini untuk menangkal  pengaruh negatif yang  ingin dihembus oleh orang tak bertanggungjawan  ke  daerah ini.

Dikatakan Adri, kalau alam semesta beserta isinya  saja, dapat bersinergi secara harmonis, tentunya demikian juga dengan manusia  pasti  lebih dari itu.

Dalam  hubungan sesama warga di Kabupaten Sorong selalu disampiakn   bahwa yang diutamakan itu  kerukunan di dalam rumah tangga. Kemudian kerukunan dalam  menjalankan agamnya. Kerukunan dalam bermasyarakat. Dan kerukunan dalam  berbudaya.

Kelebihan  masyarakat  Kabupaten Sorong dewasa ini adalah  mereka   mempunyai pola pikir sendiri, untuk menangkal  konflik dengan cara  memeliharan  kerukunan itu sendiri tanpa harus didorong-dorong. Sifat egois, menang sendiri atau bahkan tidak peduli dengan sekelilingnya  dihindari jauh-jauh.

“Buktinya pada  Bulan Ramadhan 1440 Hijriah baru lalu, Bupati dan kepala-kepala dinas , Badan dan sebagainya  melakukan  safari . Lebih kurang 20 Mesjid yang dikunjungi  Bupati Johny Kamuru bersama  pimpinan OPD, Pengurus FKUB dan tokoh lainnya,”kata  Adri.

Dalam safri Ramadhan itu masyarakat sangat dekat dengan bupati serta aparat pemerintah yang hadir di tengah  warga yang sedang melaksanakan ibadah puasa itu.

Begitu pula Natal dan Tahun Baru pun safari tetap dilakukan dan melibatkan seluruh warga Kabupaten Sorong .

“Pokoknya kami di Kabupaten Sorong benar-benar sudah  menikmati toleransi antara umat, suku, agama dan berbagai perbedaan lainnya menjadi satu. Ini untuk menjaga keamanan dan keutuhan masyarakat daerah bangsa dan negara ke depan,”kata Adri. ***

Editor : Yon Parjiyono