logo

NU Tegaskan 'Welcome' Siapa Saja Yang Jadi Wabup Bekasi

NU Tegaskan 'Welcome' Siapa Saja Yang Jadi Wabup Bekasi

Ketua PCNU Kabupaten Bekasi, Bagus Lukito. (Foto: Dharma/suarakarya.id).
24 Juni 2019 09:44 WIB
Penulis : Dharma/Aji

SuaraKarya.id - CIKARANG: Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi Bagus Lukito menegaskan, NU tidak ada kepentingan untuk mendorong Ahmad Marjuki maju sebagai wakil bupati untuk mendampingi Bupati definitif Eka Supria Atmaja.

"Sikap NU 'welcome' pada siapa saja, asal bisa membangun Kabupaten Bekasi lebih baik lagi," tegas Bagus kepada suarakarya.id, di Kantor PCNU, Jalan KH. Mas'ud, Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Senin (23/6/2019).

Sebelumnya, pernyataan Bagus Lukito di salah satu media online menyebutkan dukungannya kepada Ahmad Marjuki meski NU sendiri bukan penentu hasil seleksi bakal calon wakil bupati sisa masa jabatan periode 2017-2022.

Ia memandang pemberitaan atas dirinya di media online tersebut tak begitu signifikan bahwa NU dapat mempengaruhi jabatan wakil bupati.

Namun demikian, mantan polisi berpangkat Ajun Inspektur Satu (Aiptu) ini memiliki pandangan soal kreteria calon wakil bupati yakni pertama, untuk memajukan Kabupaten Bekasi dan tidak ada primordialisme.

"Dari mana saja boleh. Contoh sudah banyak seperti pencalonan Ahmad Dhani di Wakil Bupati Bekasi periode 2017-2022 dan pemilihan Gubernur DKI," kata Bagus.

Kedua, rekomendasi cawabup adalah hak partai politik yang pengusung diantaranya Partai Golkal Hanura, NasDem, dan PAN.

"Itulah yang berhak mengusulkan atau merekom siapa-siapa yang nanti akan diajukan untuk mendampingi Pak Eka sebagai wakil bupati," jelasnya.

Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi ini juga mengapresiasi ketika Partai Golkar tidak menolak kehadiran Ahmad Majuki.

"Doa kan saja, Marjuki orang baik, dahulu mantan Ketua PCNU Kabupaten Karawang. Setahu saya, Marjuki pengusaha sukses, kan boleh ngurus Kabupaten Bekasi," katanya.

Ia pun menegaskan, penentu cawabup ada di partai pengusung.

"Adapun dibawah ada yang tidak setuju dan sebagainya, sudah wacana dan sudah biasa itu," katanya.

Diketahui, pengusaha limbah asal Karawang ini belum memberikan komentar resmi maupun mendaftarkan diri ke DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto