logo

Pengamat: KLB Partai Demokrat Lumrah

Pengamat: KLB Partai Demokrat Lumrah

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana Dr Syaifuddin, M.Si, Cics. (Foto: dok.Suarakarya.id)
18 Juni 2019 01:12 WIB
Penulis : Muhajir

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pengamat komunikasi politik universitas Mercu Buana, Syaifuddin menilai desakan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang di motori oleh sejumlah kader senior partai berlambang mercy itu merupakan hal yang lumrah. 

Sebab, setelah kasus korupsi Wisma Atelit di Hambalang Bogor yang menyeret mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Annas Urbaningrum dan sejumlah tokoh lainnya beberapa tahun lalu, citra partai di mata publik kian menurun.

Padahal, Partai Demokrat adalah satu-satunya partai yang lahir di era reformasi pernah jadi pemenang Pemilu. Namun setelah adanya kasus korupsi yang menyeret para elit, Partai Demokrat harus menelan pil pahit. Dan sejumlah kadernya hengkang ke partai lain. 

Selain itu, lanjut Syaifuddin, perolehan suara Demokrat pada dua periode Pemilu Legislatif terus mengalami penurunan. Akibatnya, jumlah kursi di DPR pada Pileg 2019 lalu harus tersingkir oleh Partai NasDem.

"Sebagai tokoh senior seperti Max Sopacua, tentunya menginginkan adanya perbaikan di tubuh partai. Namun sayangnya ditanggapi negatif oleh kader Demokrat lainnya. Kalau sistem kepartaian seperti ini tentunya tidak akan maju," ujar pengamat komunikasi politik universitas Mercu Buana Dr Syaifuddin kepada Suarakarya.id, Senin (17/6/2019). 

Selain itu, kata Syaifuddin, komunikasi yang di bangun antara kader senior dengan Ketua Umum Partai Demokrat yang saat ini dipimpin oleh SBY dinilai kurang bagus. 

Lebih lanjut, Syaifuddin mengatakan munculnya Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) bukan suatu yang aneh. Hal itu sebagai bentuk tanggung jawab moril sejumlah kader senior yang pernah membesarkan partai. Menurut Syaifuddin, keberadaan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Demokrat bukan sosok yang istimewa.

"Demokrat bukan partai keluarga. Menurut kami keberadaan AHY di Demokrat bukan sosok yang istimewa. AHY masih harus banyak belajar dari seniornya," ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah politikus senior Partai Demokrat yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) mendorong penyelenggaraan KLB untuk menyelamatkan dan mengembalikan kejayaan partai ke depan. Secara normal, Kongres Demokrat baru akan dilaksanakan 2020.

"GMPPD mendorong pelaksanaan Kongres Luar Biasa Partai Demokrat selambatnya 9 September 2019 demi mengembalikan kejayaan partai di 2024," kata politisi senior Demokrat Max Sopacua dalam konferensi pers di Jakarta. ***

 

 

Editor : Pudja Rukmana