logo

Tiga Kader Demokrat Perlu "Dievaluasi", Ferdinand Justru Sebut Max Sopacua CS, Layak Dipecat!

Tiga Kader Demokrat Perlu

Para senior Partai Demokrat membuat gerakan untuk mendorong Kongres Luar Biasa Demokrat, di Jakarta
16 Juni 2019 23:48 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sejumlah politikus senior Partai Demokrat meminta DPP Demokrat menertibkan tiga kader yang dianggap berkomentar tak sejalan kaidah partai yaitu Ferdinand Hutahaean, Andi Arief, dan Rachland Nashidik.

Politikus senior Partai besutan SBY diantaranya, Max Sopacua, Ishak Yusuf, Ahmad Mubarak, kencang menyuarakan penyelamatan partai dengan mengusulkan Kongres Luar Biasa (KLB), karena perolehan suara Demokrat di Pileg 2014 merosot dan di Pilpres 2019 tak jadi pemain penting yang diperhitungkan dalam kancah politik nasional.

Para senior Partai berlogo bintang Mercy tersebut menyesalkan ulah sejumlah kader yang kerap bicara kontraproduktif tentang partai yang memicu kegaduhan. Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max Sopacua, bahkan mendesak DPP mengevaluasi ulah ketiga kader tersebut yang dianggap berbicara tidak sejalan dengan marwah Demokrat.

"Mendengar dan menghayati opini dan aspirasi rakyat yang berkembang terkait Pemilu 2019 maupun pasca-Pemilu 2019, atas pernyataan beberapa kader atau pengurus PD antara lain Ferdinan Hutahahean, Rachland Nashidik, dan Andi Arief, yang kerap melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan marwah, karakter dan jati diri PD sehingga melahirkan inkonsistensi dan kegaduhan, membenturkan PD dengan partai, tokoh dan komunitas lainnya, khususnya terhadap ulama dan umat, yang berdampak adanya antipati dan kontraproduktif terhadap PD,” ungkap Max saat konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat , Kamis (13/6/2019).

Ferdinand Hutahaean, politisi yang disebut perlu "dievaluasi" menyebut rilis dari para senior Demokrat itu hanya semacam riak kecil partai yang tak perlu ditanggapi secara serius.

"Kami itu biasa biasa santai saja, tidak perlu menanggapi statement yang tak perlu dikeluarkan dan bahkan ditanggapi," kata Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Demokrat kepada pers di Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Juga penolakan KLB itu muncul semua, kata dia, dari pemilik suara yang tidak ada masalah selama ini.

"Ini hanya riak-riak saja dan tidak terlalu penting,"ungkapnya.

Ferdinand justru menyebut banyak permintaan dari internal partainya untuk memberikan sanksi terhadap senior partainya tersebut. Salah satunya dengan mengeluarkan mereka dari keanggotaan partai.

"Banyak yang meminta agar yang bersangkutan keluar dari partai. Yang jelas kami sikapnya menyerahkan sepenuhnya pada Dewan Kehormatan. Ini menjadi wewenang di apakah akan memberikan sanksi atau tidak," jelas Ferdinand***

Editor : Gungde Ariwangsa SH