logo

Wagub Sulsel Ingin Ubah Bencana Jadi Energi Bangun Sulsel

Wagub Sulsel Ingin Ubah Bencana Jadi Energi Bangun Sulsel

Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
16 Juni 2019 08:50 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - MAROS: Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyatakan keinginannya mengubah bencana banjir saat ini menjadi energi positif untuk membangun Sulawesi Selatan.

"Inilah saatnya kita mengubah bencana menjadi energi membangun kawasan ini," ujarnya Sabtu (25/6/2019) di Maros, Sulsel, usai menerima bantuan Kementerian Pertanian  untuk dampak banjir Danau Tempe di 7 Kabupaten. 

Andi Sudirman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang diwakili Kementerian Pertanian, serta seluruh stakeholder BUMN dan swasta yang berperan membantu korban banjir di Sulsel. 

Wagub menyebutkan, banjir akibat meluapnya air Danau Tempe sudah langganan tiap tahun. Walau berbagai solusi dilakukan namun hingga kini belum memberikan dampak signifikan. Seperti saat ini ada 3.000 hektare lahan sawah mengalami puso.

"Bukan sebatas musibah serta ajang pemberian bantuan khususnya untuk  kabupaten terdampak, tapi harus ada solusi permanen. Misalnya dengan memompa kelebihan air danau tempe kembali ke atas untuk mengairi lahan kering di beberapa wilayah yang sudah kita petakan," ujarnya.

Wagub mengungkapkan ada 90.000 hektare lahan kering di sekitar danau yang dapat memanfaatkan kelebihan air Danau Tempe. Hasil riset bersama Balitbangtan, teknik itu butuh dana yang sangat besar. Untuk pengadaan 1 unit pompa air saja nilainya Rp 75 miliar, termasuk membangun beberapa bendung dan pintu cek dam di hulu maupun di hilir seperti sodetan. "Namun bila ini kita bandingkan dengan kerugian akibat banjir, tentu tidak seberapa," ujarnya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang dalam kurun waktu sepekan terakhir berada di kawasan Sulawesi, mendistribusikan berbagai  bantuan untuk korban bencana banjir, mulai dari Konawe Sulawesi Tenggara hingga ke Sulawesi Selatan.

"Semua ini  perintah bapak presiden, yang dari awal hingga saat ini tidak pernah berubah komitmen, menghadirkan Negara di tengah persoalan anak bangsa," tegas Amran.

"Kemarin kami di Konawe Sultra, sekarang ada disini (Maros). Kita harus selesaikan semua persoalan anak bangsa. Hal yang tidak bisa ditawar-tawar adalah komitmen dan sinergitas. Terima kasih untuk jajaran pemda juga BUMN yang cepat tanggap, khususnya stakeholder kita, dunia usaha yang turut juga ambil peran dalam setiap persoalan kita," kata Amran.

Dia berharap bantuan mulai dari sarana produksi dan sembako yang didistribusikan untuk membantu masyarakat tani senilai Rp 10 miliar, bisa bermanfaat. ***