logo

Sofyan Basir Segera Duduk Di Kursi Pesakitan Dalam Waktu Dekat

Sofyan Basir Segera Duduk Di Kursi Pesakitan Dalam Waktu Dekat

tersangka Sofyan Basir
15 Juni 2019 19:42 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - &JAKARTA: Mantan Dirut PT PLN Sofyan Basir akan didudukkan JPU KPK di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Jakarta dalam waktu dekat. Pasalnya, berkas perkara yang bersangkutan telah rampung bahkan sudah dilimpahkan berkas perkara dan surat dakwaannya ke Pengadilan Tipikor Jakarta. KPK kini tengah menanti jadwal persidangan perdana Sofyan Basir, atau menunggu penunjukan majelis hakim yang menangani kasus itu oleh Ketua PN Jakarta Pusat.

"Penuntut umum KPK telah melimpahkan dakwaan dan berkas perkara untuk terdakwa Sofyan Basir, Direktur Utama PT PLN (Persero) Tbk ke Pengadilan Tipikor Jakarta," ujar Jubir KPK Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu (15/6/2019). ***

"Selanjutnya pihak Pengadilan Tipikor Jakarta akan menentukan kapan agenda sidang pertama untuk pembacaan dakwaan tersebut," tuturnya.

Dalam dakwaan, kata Febri, KPK merinci perbuatan apa saja yang telah dilakukan Sofyan guna memuluskan proyek PLTU Riau-1. "JPU KPK akan menguraikan secara lebih rinci dan sistematis dugaan perbuatan dan peran terdakwa dalam perkara dugaan suap terkait kontrak kerja sama PLTU Riau-1 tersebut mulai dari dakwaan dan rangkaian persidangan," kata Febri.

Dalam surat dakwaan, KPK menjerat Sofyan dengan pasal dugaan suap. KPK mendakwa Sofyan menggunakan Pasal 12 a jo Pasal 15 UU Tipikor jo Pasal 56 ke-2 KUHP atau Pasal 11 jo Pasal 15 UU Tipikor jo Pasal 56 ke 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal cukup berat.

KPK menetapkan status tersangka kepada Sofyan usai mencermati adanya peran aktif dalam mengatur jalannya proyek PLTU Riau-1. Peran tersebut terlihat dari aktifnya Sofyan terlibat dalam sejumlah pertemuan guna membahas kelanjutan proyek. Sofyan diduga berulang kali membahas terkait berjalannya proyek PLTU tersebut. Termasuk, penunjukkan pemilik saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Kotjo untuk menangani proyek PLTU Riau-1.

Dalam kasus ini, KPK menduga Sofyan bersama-sama dengan Eks Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih dan eks Sekjen Golkar Idrus Marham menerima suap dari Johannes Kotjo.

Editor : Pudja Rukmana