logo

Pemerintah Terus Mendorong Mahasiswa Kembangkan Talenta Bidang Digital

Pemerintah Terus Mendorong Mahasiswa Kembangkan Talenta Bidang Digital

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (tengah). (foto,ist)
14 Juni 2019 21:17 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - TANGERANG: Mahasiswa Indonesia dapat belajar digital sendiri atau dari teknologi luar negeri, untuk meningkatkan kemampuan diri. Lagi pula, dengan menguasai  bidang teknologi dan digital, maka mahasiswa dapat menciptakan teknologi dan inovasi di masa mendatang.

Demikian dikemukakan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, seperti dilansir dari Antara, di sela-sela acara pelepasan delegasi mahasiswa Indonesia untuk kunjungan ke China selama 15-21 Juni 2019, di Tangerang, Banten, Jumat (14/6/2019).

"Kalau anda menolak teknologi, anda akan terisolir dalam kehidupan," ujarnya. Karenanya, lanjut dia, pemerintah terus mendorong mahasiswa Indonesia, untuk mengembangkan talenta bidang digital.

Karena, imbuhnya, teknologi digital memainkan peranan penting dalam mendukung kemajuan bangsa dan dunia. "Talenta digitalnya (mahasiswa Indonesia) harus berkembang," ucapnya.

Diungkapkannya, perkembangan dunia saat ini semakin pesat, dan dunia digital bergerak dinamis serta maju. Untuk itu, mahasiswa Indonesia harus mampu mengambil posisi, untuk bisa berdaya saing, meningkatkan kemampuan dan memanfaatkan teknologi. "Untuk melahirkan berbagai inovasi dan terobosan, kata dia.

Menurut Menrustekdikti, dalam peningkatan kemampuan mahasiswa, guna memiliki keterampilan siap pakai dan mampu masuk dunia kerja dengan baik, setelah lulus dari perguruan tinggi. Maka, pendidikan di kampus juga harus mendukung.

Dia mengatakan ada 6.000 paket beasiswa pendidikan vokasi, yang disediakan Taiwan untuk anak-anak Indonesia. Dari 6.000 paket beasiswa, 1.000 paket beasiswa direncanakan akan diberikan kepada mahasiswa Indonesia pada 2019.

Namun, sejak awal 2019 hingga saat ini, dari 1.000 paket beasiswa itu, sebanyak 300 paket telah diberikan kepada mahasiswa Indonesia untuk belajar di Taiwan.

Dalam program beasiswa itu, skema pendidikan yang digunakan ada 2+2. Yakni, mahasiswa Indonesia lebih dulu belajar di Indonesia selama dua tahun. Setelah itu, melanjutkan pendidikan selama dua tahun lagi di Taiwan. Di Taiwan, mahasiswa Indonesia akan praktik di dunia industri. 

Dengan skema pendidikan macam itu, mahasiswa Indonesia diharapkan akan mendapatkan sertifikat kompetensi pada bidangnya. Seperti pertanian, kelautan, teknologi manufaktur dan kesehatan.

 

Editor : Yon Parjiyono