logo

Anwar Usman: Sidang PHPU Di MK Disaksikan Allah SWT

Anwar Usman: Sidang PHPU Di MK Disaksikan Allah SWT

Ketua Majelis Hakim Anwar Usman
14 Juni 2019 16:22 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua majelis hakim Anwar Usman  mengingatkan semua pihak bahwa sidang sengketa Pilpres atau perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang digelar atas permohonan Prabowo-Sandi terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) disaksikan oleh Allah SWT.

"Sidang disaksikan oleh Allah SWT, untuk itu kami seperti yang pernah kami sampaikan bahwa kami sebagai pengawal konstitusi tidak tunduk kepada siapapun. Kami tidak takut kepada siapapun, karena kami independen dan tidak berpihak ke manapun," kata Anwar di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK)

Anwar juga mengingatkan bahwa dirinya dan delapan orang hakim MK lainnya akan mengadili sidang ini secara adil dan konstitusional. Dia mengakui bahwa hakim MK diangkat oleh presiden, DPR, dan MA. Namun mereka akan memimpin sidang dengan independen, terang benderang dan memastikan tak bisa diintervensi oleh siapapun . "Sejak sumpah, kami independen. Kami merdeka, tidak bisa dipengaruhi siapapun dan hanya takut kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa," tuturnya.

Selain itu Anwar juga mengimbau seluruh pihak yang hadir di ruang sidang untuk menghormati jalannya persidangan, dan tidak mengatakan hal-hal yang menghina jalannya persidangan. "Jangan sampai ada keluar perkataan yang menghina persidangan. Ini catatan bagi kita semua," ujar Anwar.

Anwar menegaskan bahwa dalam perkara sengketa Pilpres 2019 ini, tidak mengenal pihak terkait kecuali peserta pemilu atau pasangan calon. Hal ini mengingat laporan dari Panitera MK, terdapat 15 permohonan untuk menjadi pihak terkait dalam perkara ini. "Ini perlu mendapat perhatian dari kita semua, bahwa tidak ada pihak terkait lain selain peserta Pilpres, sehingga 15 permohonan tersebut tidak dapat kami terima," ujar Anwar berjanji bahwa dirinya dan delapan orang hakim MK lainnya akan mengadili sidang ini secara adil dan konstitusional.

Dia mengakui bahwa hakim MK diangkat oleh presiden, DPR, dan MA. Namun mereka akan memimpin sidang dengan independen, terang benderang dan memastikan tak bisa diintervensi oleh siapapun . "Sejak sumpah, kami independen. Kami merdeka, tidak bisa dipengaruhi siapapun dan hanya takut kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa," tuturnya.

Prabowo-Sandiaga menggugat KPU terkait hasil Pilpres 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menjadi pihak terkait.  Dalam petitum perselisihan hasil Pilpres, Prabowo-Sandi meminta MK memberikan putusan dengan amar menyatakan batal dan tidak sah keputusan KPU Nomor 987/PL.01.08-KPT/06/KPU/V/2019 tentang Penetapan Hasil Pemilu Presiden-Wares, Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota secara nasional dalam Pemilu tahun 2019. Pasangan nomor urut 02 itu juga meminta MK memberikan putusan menyatakan perolehan suara yang benar adalah Jokowi-Ma'ruf Amin 63.573.169 (48 persen) dan Prabowo Sandiaga 68.650.239 (52 persen). Sementara itu, KPU dalam keputusannya menyatakan jumlah suara sah Jokowi-Ma'ruf Amin 85.607.362 suara. Sedangkan jumlah suara sah Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 suara.

Editor : Gungde Ariwangsa SH