logo

Pakar Hukum TKN Vs BPN Siap Bertarung Di Sidang Gugatan MK

Pakar Hukum TKN Vs BPN Siap Bertarung Di Sidang Gugatan MK

Foto kolase. (Istimewa)
14 Juni 2019 10:19 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Para pakar hukum dari kedua kubu, baik Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) maupun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) siap bertarung dalam sidang gugatan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) yang dimulai Jumat (14/6/2019) hari ini.

Kedua kubu dikabarkan telah menyiapkan tim hukum masing-masing. Diketuai Yusril Ihza Mahendra, Tim TKN menunjuk 33 pengacara. Sedangkan Tim BPN dipimpin Bambang Widjojanto terdiri-dari 8 pengacara.

Salah seorang anggota tim TKN, Ade Irfan Pulungan, menunjukkan daftar nama pengacara yang sudah diserahkan ke MK, Kamis (13/6/2019). Mereka terdiri-dari 4 komponen dengan kekuatan penuh.

Komponen pertama berasal dari partai pendukung/koalisi. Komponen kedua, tim direktorat hukum dan advokasi. Ketiga, tim Yusril Ihza Mahendra yang juga menjadi kuasa hukum paslon 01. "Keempat, para advokat/lawyer profesional yang ingin bergabung membantu pelaksanaan sengketa Pilpres di MK,” ujar Irfan dalam konferensi pers di Rumah Cemara, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Berikut ini 33 nama pengacara Jokowi-Ma'ruf dimaksud: 

Yusril Ihza Mahendra (Ketua), Ade Irfan Pulungan, Teguh Samudra, Andi Syafrani, Luhut MP Pangaribuan, Christina Aryani, Hermawi Taslim, Pasang Haro Rajagukguk, I Wayan Sudirta, Tanda Perdamaian Nasution, Muslim Jaya Butar-Butar, Taufik Basari, Dini Shanti Purwono, Destinal Armunanto, Hafzan Taher, Muhammad Nur Aris, Tangguh Setiawan Sirait

Kemudian,  Ade Yan-Yan Hasbullah, Josep Panjaitan, Christophorus Taufik, Nurmala, Yuri Kemal Fadlullah, Fahri Bachmid, Gugum Ridho Putra, Muhammad Iqbal Sumarlan, Ignatius Andi, Ikhsan Abdullah, Diarson Lubis, Sirra Prayuna, Edison Paniaitan, Yanuar P Wasesa, Eri Hertiawan, dan Muhammad Rullyandi

8 Pengacara Tak Nambah

Sementara itu dilansir Tribunwow.com, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade memastikan bahwa kuasa hukum Prabowo- Sandi tidak akan bertambah."Tidak ada penambahan. Itu hanya rumor," kata Andre, Kamis (13/6/2019).

Andre memastikan, hanya ada delapan anggota tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga yang akan mengurus soal permohonan sengketa hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 di MK.

"Sampai sekarang pengacaranya hanya delapan, tidak ada penambahan maupun pengurangan," ungkapnya.

Andre juga menjelaskan, ada 15 orang yang akan hadir di sidang pendahuluan sengketa hasil Pilpres di MK pada Jumat (14/6/2019). Dari 15 orang tersebut, ada delapan orang tim hukum dan tujuh orang anggota BPN.

Kedelapan tim hukum itu beranggotakan Bambang Widjojanto (Ketua), Denny Indrayana, Teuku Nasrullah, Luthfi Yazid, Iwan Satriawan, Iskandar Sonhadji, Dorel Almir, dan Zulfadli.

Sedangkan ketujuh anggota BPN yang dimaksud, Andre tidak menyebutkannya.

Namun, Andre memastikan bahwa pasangan calon 02, Prabowo dan Sandiaga tidak akan hadir di sidang pendahuluan itu. "Pak Prabowo dan Bang Sandi tidak akan hadir besok," ujar Andre pula. ***

Editor : Pudja Rukmana