logo

Awali Tugas Usai Cuti Bersama Lebaran, Pemkot Depok Gelar Halal Bihalal

Awali Tugas Usai Cuti Bersama Lebaran, Pemkot Depok Gelar Halal Bihalal

Wali Kota Depok Mohammad Idris (tiga dari kiri), Ketua TP-PKK Hj. Elly Farida dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna berhalal bihalal dengan jajaran ASN.
10 Juni 2019 14:07 WIB
Penulis : Windrarto

SuaraKarya.id - DEPOK: Halal Bihalal yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) mengawali kegiatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, Senin (10/6/2019) pagi.

Seusai apel pagi di halaman Balai Kota, Wali Kota Depok Mohammad Idris, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, Sekretaris Daerah Kota Depok Hardiono, seluruh kepala dinas, camat dan lurah saling memberi ucapan selamat Lebaran kepada seluruh karyawan. Tampak hadir Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Elly Farida mendampingi Wali Kota.

Saat apel pagi, Wali Kota dalam wejangannya mengatakan, salah satu kekhasan Lebaran di Tanah Air adalah hidangan ketupat. Tradisi ini diperkenalkan di zaman wali songo.

Ketupat yang asal katanya kupat, tutur Idris, dikenalkan dengan pandangan filosofis bahwa kupat merupakan kepanjangan dari empat perilaku atau peril;alku papat dalam istilah bahasa Jawa.

“Ada empat L dalam perilaku yang dimaksud,” tutur Wali Kota.

Pertama, lebar, atau lebaran. Setelah sempurna puasa sebulan, saatnya umat Muslim menikmati kebahagiaan, dalam ritual lebaran.

Kedua, lebur. “Dengan lebaran, kita melebur dosa, saling memaafkan dengan sesama. Meminta dan memberi maaf, agar dosa-dosa lebur dari setiap hamba,” ucapnya.

Ketiga, luber. Setelah puasa sebulan, ujarnyam setelah dosa dan salah lebur, maka seorang Muslim mendapatkan nikmat dan bahagia yang luber, penuh dan melimpah.

Keempat, labur. “Dalam istilah Jawa, melabur berarti mencat rumah dengan warna putih,” tutur Idris. Dengan dilabur, rumah itu sedang diperindah dan dipercantik. Karenanya, setelah ketiga laku sebelumnya, maka seorang Muslim menjadi labur, indah. Indah akhlaknya, dan indah perilakunya.

Anyaman ketuopat pun, ujarnya, tak kal;ah indah. “Ketupat itu menggambarkan indahnya persatuan,” kata Wali Kota,.***