logo

Golkar Dan

Golkar Dan "Heroisme" Airlangga

30 Mei 2019 16:12 WIB

SuaraKarya.id -                           Oleh

                 Ricky Rachmadi 

Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres 2019, telah mengantarkan sosok Airlangga Hartarto menjadi pahlawan bagi Partai Golkar. Heroisme ketua umum parpol berlambang beringin ini, tampak setelah melewati tantangan dan cobaan pesta demokrasi yang cukup berat.

Betapa tidak, jauh sebelum pemilihan umum, sejumlah pengamat politik meramalkan bahwa elektabilitas partai senior ini akan jatuh ke titik nadir. Termasuk dampak-dampak negatif elektoral sebagai imbas ujian hukum yang melanda sejumlah kadernya yang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Airlangga menunjukkan ketegasannya berada di barisan depan pendukung capres petahana Presiden Jokowi-cawapres KH Ma’ruf Amin karena paslon presiden nomor 01 ini, dia yakini akan memenangkan pertarungan elektoral berhadapan rival kuatnya paslon presiden 02, Prabowo-Sandi.

Dan faktanya juga membuktikan ketangguhan taktik dan strategi Airlangga menyemangati kader “beringin” merebut hati rakyat dan para kontestan untuk meraih simpati mereka dan merebut kemenangan pesta demokrasi lima tahunan dengan momentum pemilu serentak kali pertama digelar di negeri ini.

Putra Menperin era Presiden Soeharto, Ir Hartarto ini cukup sukses membawa Golkar berjaya di pileg dan pilpres dan berhasil bangkit dari keterpurukan setelah berhasil memenangkan Jokowi-Ma'ruf dan meraih jumlah kursi parlemen terbesar kedua setelah PDI Perjuangan.

Para sesepuh dan senior Partai Golkar pun ramai-ramai menyampaikan apresiasinya. Diantarannya, tokoh nasional, Ginandjar Kartasasmita yang pernah menjadi Menteri beberapa kali zaman Orde Baru ini langsung mengucapkan selamat untuk Airlangga atas capaian kinerja yang luar biasa di tengah gejolak demi gejolak yang mengguncang Beringin beberapa waktu lalu serta suasana pesimisme yang merasuki sejumlah kader, Golkar tak akan berjaya kembali dalam kontestasi Pemilu 2019 ini.

Namun apa yang terjadi. Faktanya Golkar tampil gemilang dan bangkit dari keterpurukan dengan memperlihatkan kemampuan dan kualitas sebagai runner up pileg setelah meraih jumlah kursi terbesar di DPR bersama PDI Perjuangan. PDI Perjuangan yang mendapatkan 129 kursi, sedangkan Golkar 85 kursi, dan partai yang lahir juga berawal dari Golkar yakni Partai Gerindra mampu menempati urutan ketiga dengan 78 kursi.

Dalam pemilihan umum legislatif, tentu yang dilihat adalah perolehan kursi di DPR yang menjadi barometer pencapaian pada kontestasi pileg.

Setelah badai demi badai menerjang “pohon beringin”, raihan tersebut merupakan prestasi cemerlang. Golkar berhasil mematahkan berbagai prediksi banyak pihak yang semula memprediksi bahwa elektoral partai ini akan turun secara drastis. Bahkan ada yang menyebut sampai dikisaran 6-9 persen.

Kembali lagi prediksi pengamat dan sebagian publik meleset. Dan fakta membuktikan, Partai Golkar masih dapat bertahan dengan posisi ya seperti Pemilu 2014 lalu. 

Setelah terpilih menjadi ketua umum pada Munaslub 2017 lalu, Airlangga Hartarto memang berjanji untuk mengembalikan citra Golkar, setelah ketum sebelumnya, Setya Novanto tersangkut kasus hukum. Menteri Perindustrian Kabinet Kerja Jokowi-JK ini berkali-kali berjanji akan merebut kembali kejayaan Partai Golkar di bawah kepemimpinannya.

Kini Pileg dan Pilpres 2019, sudah selesai. Karena itu, capaian Partai Golkar meraih posisi sebagai pemenang kedua yang mendapatkan jumlah kursi terbanyak setelah PDI Perjuangan, merupakan prestasi yang harus diapresiasi.

Ada perbedaan kondisi Pemilu 2014 dengan 2019. Meski digoyang isu kader yang tersangkut masalah hukum, Golkar tetap bertahan sebagai runner up. Di samping itu, sosok Airlangga diyakini mampu menjawab tantangan-tantangan partai ke depan. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan jajarannya, termasuk para anggota FPG DPR yang bernas dan berkualitas, didukung stakeholders partai, “parpol beringin” telah menunjukkan tekad yang bersungguh-sungguh untuk bekerja keras, bekerja ulet dan bekerja cerdas dalam rangka meraih kembali kejayaannya.

Ke depan, Partai Golkar semakin memiliki modal yang kuat untuk melanjutkan perjuangan menggapai kesuksesan dan kegemilangannya dengan Soliditas yang kokoh.

Bravo Partai Golkar. Jayalah Indonesia-ku. ***

Penulis adalah Ketua DPP Partai Golkar .