logo

Sinergi Pemerintah, Serikat Pekerja, Pengusaha Hadapi ILC

Sinergi Pemerintah, Serikat Pekerja, Pengusaha Hadapi ILC

Sekjen Kemenaker Khairul Anwar (kedua dari kanan). (foto, ist)
30 Mei 2019 00:03 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BOGOR: Pemerintah bersama serikat pekerja/serikat buruh serta pengusaha menyusun kertas posisi Delegasi Republik Indonesia untuk pertemuan Konferensi Perburuhan Internasional / International Labour Conference (ILC) ke-108. ILC, yang rencananya akan digelar di Jenewa, Swiss, 10 hingga 21 Juni 2019 mendata.

"Kami berkumpul bersama agar masing-masing unsur baik pemerintah, pekerja, dan pengusaha dapat berdiskusi dan bersinergi. Guna memfinalisasi bahan/substansi pada setiap pembahasan dalam komite-komite di ILC," tutur Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Sekjen Kemenaker) Khairul Anwar, di Bogor, Selasa (28/5/2019). 

ILC ke-108 ini bersamaan dengan peringatan 100 tahun ILO (ILO Centenary Celebration) yang mengusung tema Centenary Session on Work for a Brighter Future. Pelaksanaan dan perwujudan future of work dan decent work sebagaimana amanat dari Sustainable Development Goals (SDGs) bukan hanya menjadi tantangan pemerintah, namun juga tantangan pekerja dan pengusaha. 

"Untuk mewujudkan itu, setiap unsur baik pemerintah, serikat pekerja/buruh, dan pengusaha harus mempunyai posisi yang jelas terkait future of work dan decent work," jelasnya.

Pada pertemuan ILC ke-108 ini, Sekjen berharap seluruh Delegasi Indonesia dapat menjaga nama baik Indonesia pada persidangan nanti. Delegasi Indonesia juga harus berkomitmen melaksanakan tugas secara optimal dengan mengikuti persidangan secara seksama.

"Dapat memberikan usulan dan masukan yang konstruktif, untuk kepentingan pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia khususnya dan internasional pada umumnya," kata dia.

Di bagian lain, Kepala Biro Kerja sama Luar Negeri Kemenaker Indah Anggoro Putri mengatakan, dalam ILC ke-108 ini akan dibagi dalam beberapa komite. Antara lain Standard Setting Committee on Violence and Harassment in the World of Work, Committee of the Whole, Committee on the Application of Standars, serta Thematic Forums.

Pemerintah Indonesia menyambut baik standard ketenagakerjaan internasional baru (new standard setting), tentang pengakhiran kekerasan dan pelecehan seksual di tempat kerja baik dalam bentuk konvensi atau rekomendasi.

"Tujuan standar ketenagakerjaan tersebut untuk memastikan tidak adanya diskriminasi antara laki-laki dan perempuan di dunia kerja serta menjamin perlindungan hak perempuan dalam ketenagakerjaan dari kekerasan dan pelecehan seksual," ungkapnya. ***

Editor : Pudja Rukmana