logo

Peresmian Bantuan Masyarakat Muslim Indonesia Di Amerika - Kanada PascaBencana Palu

Peresmian Bantuan Masyarakat Muslim Indonesia Di Amerika - Kanada PascaBencana Palu

Penyerahan bantuan secara simbolik. (foto,ist)
13 Mei 2019 20:31 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - PALU: Kegiatan rehabilitasi infrastruktur pascabencana gempa tsunami dan likuifaksi, yang meluluhlantakkan Kota Palu, Sulawesi Tengah, terus berlanjut. Pembangunan fisik infrastruktur tersebut diinisiasi pemerintah, maupun pihak di luar pemerintah.

IMSA (Indonesia Muslim Society in America), organisasi masyarakat muslim Indonesia yang berada di Amerika dan Kanada, merupakan salah satu pihak di luar pemerintah yang peduli dengan kondisi Kota Palu, setelah ditimpa bencana pada September 2018 lalu. Bekerja sama dengan PKPU-Human Initiative, IMSA menggulirkan program "IMSACARE for Palu dan Donggala."

Program ini menggalang dan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Kota Palu. Seluruh penggalangan dana bantuan dikumpulkan dari komunitas muslim Indonesia, yang bermukim di Amerika Serikat dan Kanada.

Bentuk penyaluran dana tersebut, berupa pembangunan masjid dan sekolah dasar, yang berlokasi di Desa Nunu, Kecamatan Tatangga, Kota Palu. Antusias masyarakat sangat terlihat dalam peresmian fasilitas publik itu pada Minggu (12/5/2019) lalu.

Bangunan masjid yang diberi nama Masjid As-Syifa dan sekolah dasar berkonsep Islam terpadu (SDIT) bernama SDIT Bina Insan tersebut, berlokasi dalam satu areal lahan. Tujuan pendirian SDIT tersebut, salah satunya untuk melahirkan para penghafal Quran.

Hadir dalam acara peresmian tersebut, seluruh komponen masyarakat sekitar. Sementara, dari pihak pemerintah dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, UPDT Palu Selatan.

Dr Aslan, yang mewakili organisasi IMSA menyatakan, ke depannya akan dijajaki agar sekolah ini dibuat program School Garden. Yakni, membuat farming di sekitar sekolah dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Dikemukakannya, dampak dari keberadaan School Garden akan sangat baik sekali. Organic food/sayur/buah dihasilkan dari konvensional pertanian dengan metode hidroponik ataupun aquaponic. Jika berjalan, maka sekolah ini akan menjadi role model bagi sekolah lain di sekitar Palu dan Sulawesi Tengah secara umum.

Editor : Yon Parjiyono