logo

Pembayaran Kenaikan Gaji PNS Terlambat, Sri Mulyani Janji Pertengahan April

Pembayaran Kenaikan Gaji PNS Terlambat, Sri Mulyani Janji Pertengahan April

Foto: Istimewa
02 April 2019 23:10 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui adanya keterlambatan kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) lantaran sebagian besar Kementerian dan Lembaga (K/L) terlambat menyerahkan lampiran data PNS-nya.

Tak heran, sebagian besar PNS pun kini belum merasakan kenaikan gaji 5 persen yang direncanakan. Padahal, pemerintah sudah janji memberikan kenaikan gaji di bulan April 2019 dan merapel dari awal tahun.

"Ini sebagian besar dari K/L menyerahkannya dalam bentuk dokumen untuk pembayaran gaji yang masih belum masuk rapelnya. Karena PP-nya memang selesainya hampir mendekati 1 April sehingga mereka belum sempat merevisi," kata Sri Mulyani di Kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Lantaran hal itu, Sri Mulyani akui bahwa gaji PNS yang dibayarkan pada 1 April besarnya masih sama. Namun pihaknya saat ini tengah mendorong K/L untuk menyiapkan dokumen yang berisi besaran kenaikan gaji.

Sri Mulyani janji akan membayarkan sisa kenaikan gaji dan rapel dari Januari, Februari, Maret hingga April pada pertengahan bulan ini. 

"Sekarang kementerian lembaga mulai menyiapkan dokumen DIPA untuk pembayaran rapelnya di bulan April ini yaitu kenaikan dari Januari, Februari, Maret dan April. Sehingga mereka bisa dibayarkan Insyaallah pertengahan bulan ini," ujarya menegaskan

Presiden: Gaji PNS Naik Awal April

Sebelumnya seperti dilansir Kompas.com, Presiden RI Joko Widodo mengatakan kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan direalisasikan paling lambat pada awal April 2019.

"Tadi di sana waktu saya salam-salaman ada yang menanyakan Pak ini PNS gajinya naik kapan. Gajinya naiknya kapan saya jawab iya saya ngerti, ini PP-nya baru disiapkan," kata Jokowi dalam sambutan saat meresmikan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar diLampung Selatan, Jumat (8/3/2019).

"Saya kira Maret ini akan selesai sehingga awal April nanti sudah bisa diberikan kenaikan itu kepada bapak Ibu sekalian dirapel plus gaji 13, 14," tambahnya.

Menurut Jokowi, pada awal April 2019, para PNS/aparatur sipil negara akan menerima gaji berikut rapel ditambah dengan gaji ke-13 dan ke-14. 

Jokowi menilai, pelayanan yang diberikan ASN kepada masyarakat semakin hari semakin baik, terutama dari sisi kecepatan.

"Saya kira betapa kecepatan pelayanan ASN kita semakin hari semakin kelihatan saya tanyakan ke Pak Sekda di beberapa kabupaten," katanya.

Di Lampung, misalnya, pengajuan perizinan SIUP tidak lagi dipungut biaya dan hanya memakan waktu sehari.

"IMB agak lama saya pikir satu bulan, ternyata ada yang satu minggu itu sudah cukup untuk IMB sehingga saya harapkan investasi di sini perizinan cepat akan menarik investasi yang sebanyak-banyaknya dan kita harapkan akan membuka lapangan pekerjaan yang makin banyak di Provinsi Lampung," kata Jokowi. ***

Sumber: Detik.com, Kompas.com

Editor : Pudja Rukmana