logo

Durian Bawor Banyumas Mulai Geser Durian Impor

Durian Bawor Banyumas Mulai Geser Durian Impor

Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi (kiri) dan durian Bawor Banyumas.
11 November 2018 10:19 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - BANYUMAS: Kementerian Pertanian (Kementan) tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga meningkatkan daya saing dan perluasan pasar. Salah satunya komoditas durian Bawor di Banyumas, Jawa Tengah yang memiliki keunggulan dibanding durian dari negara tetangga.

"Banyumas memiliki banyak jenis durian salah satunya durian Bawor yang memiliki kemiripan dengan Monthong. Dulu eranya durian impor, sekarang Durian Bawor yang menjadi incaran pecinta durian. Rasanya enak sekali," kata Direktur Jenderal Hortikultuta, Suwandi saat menhadiri panen dan lomba durian lokal di Kemranjen, Banyumas, Sabtu (10/11/2018). Hadir Bupati Banyumas, Muhammad Husein, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Widarso dan perwakilan Bank Indonesia dan para petani durian.

Suwandi menjelaskan selain Bawor, Banyumas memiliki 16 varietas yang dilombakan kali ini. Bawor merupakan varietas yang sudah dilepas Kementan. 

Durian inilah Monthongnya Banyumas yang memiliki cita rasa lebih kuat dari Monthong aslinya. Untuk meningkatkan daya saing durian, ke depan Kemranjen, Banyumas harus didorong menjadi kawasan agro wisata.

"Kami akan berupaya memperluas pasar durian Bawor. Bila perlu kita harus ekspor baik berupa bentuk segar maupun olahan. Ini penting agar masyarakat terus semangat membudidayakan durian yang punya daya saing dan ke depan masyarakat bisa semakin sejahtera,” terangnya.

Suwandi oun mengundang siapa pun yang berkunjung ke Banyumas untuk mencicipi kelezatan buah asli Indonesia ini. Dengan begitu, masyarakat semakin menyadari keunggulan untuk kemudian cinta terhadap buah lokal.

Kemranjen, Banyumas di samping dikenal sebagai sentra durian, sejak tahun 2003 juga sudah berkembang pembibitan dikenal nama varietas montong orange, bawor atau kromo banyumas, dengan produksi benih 100.000 batang. Harga di petani bervariasi Rp25.000 hingga Rp150.000 per batang tergantung umur bibit dan tinggi batang.

“Luas areal durian 18.900 hektare dengan 189.000 pohon, dan yang sudah menghasilkan 61.000 pohon dengan produksi 5.500 ton tahun lalu," tutur Suwandi.

Suwandi berharap sebanyak 16 varietas yang dikonteskan, yang menang segera diajukan untuk mendapatkan izin pelepasan varietasnya. "Ini potensi yang luar biasa untuk memajukan durian lokal. Kita harus cinta durian lokal, masyarakat tidak lagi konsumsi durian negara lain,” tambahnya.

Bupati Muhammad Husein mengatakan Kabupaten Banyumas memiliki durian Bawor yang rasanya lebih enak dari durian impor dan lainnya. Sejauh ini perhatian pemerintah pusat yakni Kementerian Pertanian ikut mendorong pengembangan durian Bawor dari hulu sampai hilir.

Penduduk Kemranjen rata-rata sudah tanam durian. Rasanya luar biasa, enak, manis, dagingnya tebal. Durian ini bisa bikin romantis. 

Husein menyebutkan omset durian di seluruh Bayumas mencapai Rp500 miliar. Artinya ini potensi yang luar biasa mengalah pendapatan asli daerah. 

“Jadi harus kedepankan perbaikan kualitas. Begitu konsumen makan durian di sini, mereka terkesan untuk kembali lagi,” sebutnya.

Sekretaris kelompoktani Tri Mulya, Desa Pangeralang, Kecamatan Kemranjem, Banyumas, Slamet mengatakan musim panen durian di Banyumas berlangsung 5 bulan dalam setahun, yaitu November sampai April.

Durian masih dipasarkan lokal di Jawa Tengah, bahkan sampai ke Bandung, Jakarta dan luar Jawa. Harga di petani Rp45.000/kg, sedangkan harga eceran di Banyumaa Rp65.000/kg.

Petani durian Banyumas sangat berharap agar durian Bawor ini diperluas pasarnya sehingg bisa mendominasi pasar dalam negeri bahkan pasar ekspor. ***