logo

Asian Games 2018: Pekan Penentuan

Asian Games 2018: Pekan Penentuan

27 Agustus 2018 11:56 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Gungde Ariwangsa SH

Indonesia mampu melewati minggu pertama perburuan medali Asian Games XVIII dari Minggu (19/8/2018) hingga Minggu (26/8/2018) dengan mulus. Bahkan indah dan mengagumkan karena bisa mengisi hari-hari persaingan dengan prestasi maksimal. Sehingga terciptalah tiada hari tanpa emas bagi Indonesia dari berbagai pertandingan cabang olahraga (cabor) yang sudah melaksanakan pertandingan final.

Lagu Indonesia Raya berkumandang dan Bendera Merah Putih berkibar di berbagai arena pertandingan baik yang ada di Jakarta maupun Palembang Sumatera Selatan dan beberapa kota di Jawa Barat. Sukses para atlet yang meraih medali, terutama emas, membuktikan, Indonesia mempunyai kekuatan besar untuk bersaing di kawasan Asia. Bahkan mampu mensejajarkan diri dengan negara-negara kuat olahraga Asia seperti China, Jepang, Korea Selatan, Iran, Korea Utara, dan Thailand.  

Semangat para atlet yang tidak mengenal lelah dengan memeras tenaga, keringat dan pikiran, bahkan juga darah, dalam membela nama bangsa dan negara di ajang olahraga menyetrum masyarakat di Tanah Air. Bukan saja untuk memberikan dukungan secara langsung maupun tidak langsung namun juga bagaimana mencintai dan menjaga kebesaran Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para pahlawan olahraga Indonesia meletupkan nasionalisme yang dalam beberapa tahun terakhir ini seperti terkotak-kotak, terbelah dan tercabik-cabik oleh ulah beberapa pihak di bidang kehidupan lainnya.

Bila menyaksikan langsung para atlet berlaga di arena atau menonton dari layar kaca akan terlihat bagaimana suporter Indonesia dari berbagai suku, agama, ras, dan golongan, menyatu penuh semangat memberikan dukungan dengan tidak melihat apakah atlet yang berlaga itu berbeda agama,  suku, ras, dan golongan. Semua berperan untuk satu yaitu Indonesia, Merah Putih dan Indonesia Raya. Sungguh pemandangan yang mengharu biru sekaligus indah.

Di layar kaca ketika siaran langsung pertandingan bulutangkis ganda putra secara selintas tersorot moment yang menyentuh. Pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya/Markus Gideon berjuang keras dan menegangkan menghadapi duet Jepang. Begitu   Kevin/Markus memenangkan pertandingan pendukungan Indonesia di Istora Senayan bersorak. Disorot di tengah lapangan Kevin melakukan ucapan syukur sesuai dengan agama Kristen yang dianutnya. Usai itu gambar berganti dengan beberapa pendukung wanita Indonesia yang mengenakan hijab meneriakkan: “Indonesia, Indonesia... Kevin... Markus….Bisa.”  

Pemandangan yang dipastikan terjadi di arena lainnya dan di tempat lainnya di seluruh Indonesia.  Inilah wajud jatidiri Indonesia sesungguhnya. Berbe-beda namun tetap satu Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika.

Keberhasilan atlet Indonesia meraih medali emas tambah menggetarkan masyarakat. Hati siapa yang tak tergetar di mana pun berada ketika menyaksikan putra-putri terbaik Indonesia dengan tegak dan penuh semangat bahkan ada yang sampai meneteskan air mata menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang menggema di arena sambil menatap Bendera Merah Putih berkibar naik ke puncak.

Pemandangan indah nan menggetarkan itu tersaji selama sepekan lalu. Kebanggaan bertambah karena Indonesia sudah mampu meraih 12 medali emas untuk menempatkan diri di jajaran lima besar klasemen perolehan medali Asian Games XVIII. Selain itu Indonesia juga mengoleksi 16 perak dan 19 perunggu. Untuk sementara Indonesia sudah mampu memenuhi target berada di posisi 10 besar.

Raihan 12 emas merupakan prestasi terbaik Indonesia di ajang pesta olahraga terakbar Asia sejak sukses merebut 21 emas saat menjadi tuan rumah Asian Games IV tahun 1962. Ketika itu Indonesia mampu menempati posisi runner up setelah Jepang yang merebut juara umum dengan 77 emas.

Seiring dengan dengan makin banyaknya negara peserta Asian Games yang kini diikuti 45 negara, dan perubahan peta kekuatan olahraga dari masa ke masa maka kali ini Indonesia hanya menargetkan mampu menembus 10 besar dengan raihan 16 – 18 emas. Naik jauh dibandingkan prestasi empat tahun lalu di Asian Games Incheon Korea Selatan. Mampukah Indonesia mewujudkan impian itu?

Pekan kedua perburuan medali mulai Senin (27/8/2018) hingga Minggu (2/9/2018) akan menjadi penentuan bagi Indonesia. Dengan 12 emas dari pekan pertama maka Indonesia tinggal mencari enam emas lagi untuk mencapai target yang dicanangkan. Peluang ke arah sana tetap terbuka lebar karena masih ada cabor andalan Indonesia untuk menambah emas. Bisa disebutkan di sini pencak silat, bridge, bulutangkis, tinju, boling, dayung, voli pantai, atletik, balap sepeda, soft tennis, paralayang, dan rollercoaster.

Diharapkan putra-putri terbaik Indonesia di olahraga yang berlaga bisa mengikuti kegemilangan rekan-rekannya yang telah mendulang 12 emas. Bila pekan ini hasilnya sama maka Indonesia akan mengoleksi 24 emas. Prestasi terbaik Kontingen Garuda selama mengikuti Asian Games sejak ambil bagian di New Delhi 1951.

Akankah sejarah baru tercipta? Semoga saja begitu adanya sehingga olahraga Indonesia bisa tinggal landas untuk mengibarkan kejayaan Merah Putih di dunia internasional. Yang lebih penting lagi gelora nasionalisme yang sudah mencuat pekan lalu bisa lebih membara sehingga rakyat Indonesia makin bersatu dan mencintai negara yang membentang dari Sabang sampai Merauke ini.

Sebuah bekal berharga menjelang pelaksanaan pesta politik pemilihan umum legislatif dan presiden tahun depan. Pesta demokrasi  yang mungkin kembali dihiasi manuver-manuver dengan mengahalalkan segala cara. Disadari atau tidak bisa mengoyak keutuhan bangsa ini. ***  

 * Gungde Ariwangsa SH – wartawan suarakarya.id, Ketua Harian Siwo PWI Pusat, HP: 087783358784, e-mail: [email protected]

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH