logo

Meski Digelar Terbatas, Ribuan Orang Tetap Hadiri Haul Habib Ali

Meski Digelar Terbatas, Ribuan Orang Tetap Hadiri Haul Habib Ali

Ribuan orang nekat hadiri haul Habib  Ali bin Muhammad Al Habsyi di Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, Solo 
25 November 2021 23:38 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Ribuan orang dari beberapa daerah menghadiri haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi di Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, Solo  Jawa Tengah, Kamis (25/11/2021). Meskipun acara haul dilaksanakan secara terbatas untuk keluarga, ribuan orang tetap nekat datang ke acara tersebut.

Sebelummya juga telah diumumkan melalui media sosial jika haul dilaksanakan secara terbatas untuk keluarga dan disiarkan secara online.  Tetapi hal tersebut tidak dihiraukan, warga tetap memadati sepanjang Jalan Kapten Mulyadi atau sekitar Masjid Riyadh.

Ribuan warga itu telah tiba di Kora Solo sejak kemarin. Pedagang dadakan yang biasa berjualan saat acara haul juga memadati sepanjang trotoar di sekitar Masjid Riyadh. Kawasan Alun-alun Selatan Keraton Surakarta juga nampak dipenuhi bus dan kendaraan pribadi yang sebagian besar bernomor luar kota. Acara haul tersebut dilaksanakan selama dua hari hingga Jumat (26/11/2021).

"Saya datang rombongan, tidak tahu kalau acaranya tertutup. Tiba di sini sejak kemarin," ujar Yahya, waga Tasilmalaya.

Dirinya mengaku baru mengetahui jika acara haul tersebut dilaksanakan secara terbatas untuk keluarga, setelah tiba di Kota Solo. Berbeda dengan tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19, dimana puluhan ribu orang dari penjuru daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri datang untuk menghadiri haul, maka tahun ini jumlahnya jauh lebih sedikit.

Jika sebelumnya, sepanjang Jalan Kapten Mulyadi ditutup selama acara tersebut, maka tahun ini tidak ada penutupan jalan.

"Untuk izin kelihatannya terbatas untuk keluarga yang di dalam Masjid Riyadh. Tetapi kan seperti tahun kemarin juga, mereka nekat datang. Tetapi yang penting tidak diizinkan masuk ke dalam masjid," jelas Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan.

Pihaknya juga telah membongkar sejumlah tenda yang didirikan di sekitar Masjid Riyadh dan Masjid Assegaf.  Personel Satpol PP juga melakukan patroli di sekitar lokasi.

"Ya kami mengingatkan massa juga untuk selalu menjaga protokol kesehatan dan memakai masker. Kami juga membagikan masker," jelasnya lagi.

Arif mengatakan meskipun dipadati massa, tetapi pihaknya tidak menutup Jalan Kapten Mulyadi. Pedagang Kaki Lima (PKL) diminta untuk menggelar dagangan mereka di trotoar dan bukan di jalan.

"Parkir juga hanya boleh di kanan atau kiri jalan tidak boleh dobel parkir. Sebenarnya kita sudah menempatkan personel di empat titik pintu masuk Kota Solo," katanya.

Yakni di Tugu Makutho, ringroad Mojosongo, Jurug serta Faroka. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Satpol PP di daerah lain.

"Kita suruh putar balik, sudah ada yang kita suruh putar balik," katanya lagi.

Pihaknya memperkirakan puncak kerumunan massa akan terjadi Jumat besok saat hari terakhir haul ke -110 tersebut. Sementara itu meskipun terus diingatkan aparat, tetapi ribuan orang yang hadir sebagian besar tidak menaati protokol kesehatan. Banyak diantara mereka tidak memakai masker dan bergerombol. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto