logo

BPJAMSOSTEK Gresik Serahkan Santunan Untuk Nelayan

 BPJAMSOSTEK Gresik Serahkan Santunan Untuk Nelayan

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Gresik, M Imam Saputra saat menyerahkan santunan kepada ahli waris.
25 November 2021 16:42 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - GRESIK: BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Gresik kembali menyerahkan manfaat program pada keluarga nelayan. Kali ini santunan program Jaminan Kematian (JKM) diserahkan kepada seorang ahli waris nelayan yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Gresik, M Imam Saputra, santunan kematian senilai Rp42 juta itu diserahkan, karena almarhum Najib sudah terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK. "Kami turut berduka cita atas kematian almarhum. Semoga santunan ini bisa membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan," ujarnya, Kamis (25/11/2021).

Santunan yang rinciannya terdiri dari santunan berkala Rp12 juta, biaya pemakaman Rp10 juta dan santunan Kematian Rp20 juta itu diserahkan kepada Khofeyah selaku istri almarhum. Almarhum yang menggantungkan hidup dari profesinya sebagai nelayan itu, meninggal dunia karena sakit radang paru-paru dan hemoglobin (HB) rendah.

MenurUt Imam, santunan yang diberikan ini merupakan bukti pentingnya pekerja terutama nelayan, menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Karena menurutnya, kecelakaan kerja atau kematian seperti yang dialami almarhum, bisa terjadi kapanpun dan kepada siapapun.

Total santunan kematin Rp42 juta yang diterima ahli waris itu merupakan klaim akibat kematian biasa. Tapi kalau kematiannya diakibatkan oleh kecelakaan kerja, nilai santunan yang diberikan sebesar 48 kali upah yang dilaporKan.

Pihaknya berharap para rekan seprofesi almarhum untuk segera terdorong menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Karena profesi nelayan yang mereka geluti itu merupakan salah satu pekerjaan berisiko yang berhak mendapat perlindungan jaminan sosial.

Dengan membayar iuran Rp16.800 perbulan, kata dia, nelayan sudah bisa mendapat perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). "Hanya dengan iuran sebesar itu, mereka tidak perlu lagi memikirkan biaya ketika mengalami kecelakaan saat bekerja. Pihak keluarga juga menjadi lebih tenang," ujarnya.

Pihaknya menjelaskan bahwa BPJAMSOSTEK Gresik juga sudah melakukan kerjasama dengan sejumlah rumah sakit sebagai Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK). “Pusat layanan kecelakaan kerja ini berfungsi sebagai fasilitas pelayanan bagi peserta BPJAMSOSTEK dalam memberikan pelayanan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja," ujarnya.

PLKK ini, kata dia, akan mempermudah peserta saat mengurus klaim kecelakaan. Sehingga ketika terjadi kecelakaan kerja, peserta bisa langsung ke rumah sakit hanya dengan menunjukkan kartu kepesertaan dari BPJAMSOSTEK.***

 

Editor : Markon Piliang