logo

Ketua Amarta Rico Sinaga: Mari Kita Sukseskan Formula E Untuk Indonesia

Ketua Amarta Rico Sinaga: Mari Kita Sukseskan Formula E Untuk Indonesia

Ketua Amarta M Rico Sinaga
25 November 2021 15:42 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Nasib  interpelasi Formula E yang didorong Fraksi PDIP dan PSI DPRD DKI Jakarta dipastikan hanyut  ke laut. Tidak  akan ada yang bisa menghentikan program  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu.

Apa lagi  setelah Ikatan Motor Indonesia (IMI)  mendukung  penuh terhadap penyelenggaraan Formula E,  maka event strategis untuk promosi  Kota Jakarta dan Indonesia ini sudah pasti  jadi digelar di Ibu Kota. Hal itu dikatakan Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) M Rico Sinaga, Kamis (25/11/2021) .

Menurut Rico dukungan PP IMI   memberikan makna yang sangat penting dan signifikan, terutama dalam menghentikan pro kontra penyelenggaraan balap mobil listrik tersebut.

“Dari awal,  kita mendukung penyelenggaraan Formula E ini, dan dengan adanya dukungan IMI bergandengan bersama KPK, maka  “tuntas perdebatan” terkait pro-kontra penyelengaraan Formula E. Nasib interpelasi hanyut ke laut. Mari, kita sukseskan perhelatan Formula  E untuk Indonesia,” kata Rico dalam siaran persnya kepada Suarakarya.Id.

Dukungan IMI terhadap penyelenggaraan Formula E disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/11/2021). Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo mengaku bangga dengan akan diselenggarakannya Formula E, karena Jakarta E-Prix tersebut akan membuat Indonesia, khususnya Jakarta, semakin dikenal dunia.

“E-Prix akan membawa nama Jakarta dan Indonesia ke level baru. E-Prix lebih dari ajang balap, tetapi juga sinyal yang harus dikirim dari Indonesia,” kata Ketua MPR RI.

Saat ini lokasi penyelenggaraan Formula E yang direncanakan berlangsung pada 4 Juni 2022 masih belum ditetapkan, karena setelah batal diselenggarakan di Monas, PT Jakpro sebagai penyelenggara Event, menyediakan lima lokasi alternatif yang satu di antaranya akan dipilih dan ditetapkan Formula E Operation (FEO). Menurut Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, kelima lokasi alternatif tersebut adalah Pantai Indah Kapuk, Sudirman (area), Jakarta International Stadion (JIS), JIExpo (Kemayoran), dan Ancol. Bamsoet memperkirakan, Formula E akan disiarkan di lebih dari 50 stasiun televisi asing dan ditonton 1,8 miliar orang di seluruh dunia. Politisi Golkar ini meyakini pemerintah pusat akan mendukung terlaksananya Formula E.

Seperti diketahui, pro kontra penyelenggaraan Formula E mencuat setelah Fraksi PDIP dan PSI DPRD DKI Jakarta menolak penyelenggaraan event internasional itu. Padahal, anggaran Formula E yang dicairkan pada tahun 2020 disetujui DPRD dalam sidang paripurna pengesahan APBD Perubahan 2019.

Penolakan itu didukung sekelompok orang yang di antaranya tergabung dalam Indonesia Bergerak. Kelompok ini tak hanya melakukan aksi unjuk rasa di Balaikota dan DPRD DKI Jakarta untuk menyatakan penolakannya, tapi juga melakukan aksi di KPK untuk menuntut KPK menyelidiki kemungkinan adanya unsur korupsi pada penyelenggaraan Formula E.

Sebab, dalil mereka, hasil audit BPK menyebutkan adanya potensi kerugian pada penyelenggaraan event tersebut.

Dalam konferensi pers semalam, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IMI, Ahmad Sahroni, mengatakan, pihaknya akan melakukan audiensi dengan pimpinan KPK setelah panitia Formula E terbentuk. Ia bahkan mengaku akan melibatkan KPK dalam mengawasi event ini hingga tuntas.

“KPK juga harus ikut andil dalam proses pelaksanaan Formula E yangi berlangsung pada tahun 2022 agar tidak terjadi politiking, karena ini kegiatan untuk branding negara. Karena itu, kami akan meminta KPK untuk melakukan pendampingan dalam pelaksanaan Formula E,” tuturnya.

Co-Founder Formula E, Alberto Longo,  memastikan bahwa pembayaran komitmen Fee oleh Pemprov DKI Jakarta sesuai dengan aturan. “Jakarta tidak membayar lebih dari kota lain,” katanya. I

a menyebut, sekali penyelenggaraan balap dalam sehari bisa menghabiskan biaya US$ 25 juta atau sekitar Rp358 miliar (dengan kurs Rp 14.321/dolar AS). “Dan itu belum termasuk investasi dan asuransi, serta juga pembangunan trek sirkuit,” ucap dia.

Komitmen fee yang telah dibayarkan Pemprov DKI melalui PT Jakpro kepada FEO sebesar Rp 560 miliar untuk penyelenggaraan tahun 2022, 2023 dan 2024. Bamsoet mengatakan, dalam perhelatan evant ini, IMI berada pada posisi sebagai pihak yang mempersiapkan. ***

Editor : Markon Piliang