logo

Berbeda Jauh, Besaran Upah Buruh Dengan Gaji Guru Honorer

Berbeda Jauh, Besaran Upah Buruh Dengan Gaji Guru Honorer

Ganjar berdiskusi dengan para guru. (Istimewa)
25 November 2021 12:54 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Penghasilan guru honorer, dari dulu sampai sekarang masih tetap memprihatinkan. Dibandingkan dengan besaran upah buruh saja, gaji guru honorer tidak ada apa-apanya.

Menyikapi kondisi itu, para Bupati/Wali Kota se Jawa Tengah diminta supaya bisa memberikan penghargaan kepada para guru, khususnya yang masih honorer. Saat ini, masih banyak guru di Jateng di bawah naungan Bupati/Wali Kota belum mendapatkan upah layak.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, usai memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional di SLB Negeri Kota Semarang, Kamis (25/11/2021). Ganjar bahkan membandingkan nasib guru dengan nasib buruh yang mendapat perlakuan berbeda.

"Terus terang saya sedih. Setiap tahun kita berdebat dan memperjuangkan gaji temen-temen buruh, tapi kita lupa ada ribuan guru di tanah air yang gajinya masih memprihatinkan," tegas Ganjar.

Bagi guru yang berada di bawah naungan Pemprov Jateng, semua sudah mendapat gaji setara UMK. Namun para guru honorer SD - SMP yang berada di bawah naungan Kabupaten/Kota, banyak yang belum mendapatkan haknya secara layak.

"Saya mendorong para Bupati dan Wali Kota dan DPRD di Kabupaten/Kota agar lebih memperhatikan nasib guru honorer. Saya harap tahun depan semua sudah bisa dapat gaji setara UMK," tegasnya.

Menurut Ganjar, tidak ada yang sulit untuk menaikkan gaji para guru honorer di daerah setara UMK. Semua bisa dilakukan, asal ada kemauan kuat.

"Tolong mereka dibayar setara UMK. Jangan bilang tidak ada. Kalau tidak ada, gaji Bupati/Wali Kota yang dikurangi, jangan guru honorer yang ditunda," tegasnya.

Sebab UMK itu menurut Ganjar sangat kecil untuk penghargaan bagi guru. Apalagi, UMK itu hanya upah minimum. "Itu upah minimum, kasihan mereka. Padahal mereka sudah bekerja 5, 10 bahkan ada yang belasan tahun. Jadi tolong, saya mendorong semua memperjuangkan itu," tegasnya.

Lebih dari itu, Ganjar juga berpesan pada seluruh guru di tanah air khususnya di Jawa Tengah tetap menjadi panutan. Sebagai guru, mereka harus bisa digugu lan ditiru oleh seluruh anak didiknya.

"Selamat Hari Guru Nasional. Terimakasih sudah menyiapkan anak-anak kita menjadi generasi emas. Terus berikan pendidikan karakter, ajarkan kasih sayang diantara mereka, jangan ajarkan mereka saling membenci pada sesama," pungkasnya.

Upacara peringatan Hari Guru Nasional sendiri digelar berbeda di Jateng. Jika biasanya peserta upacara memakai seragam PGRI, namun kali ini peserta menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang berpakaian adat Lampung, Padang, Kalimantan, Bali dan lainnya. Ganjar sendiri tampil dengan memakai baju adat Makassar. ***

Editor : Pudja Rukmana