logo

Jateng Gelar Lomba Mural Nasional, Rekam Pembangunan Infrastuktur

Jateng Gelar Lomba Mural Nasional, Rekam Pembangunan Infrastuktur

Aksi para seniman mural. (Istimewa)
25 November 2021 10:28 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Jateng menggelar lomba mural tingkat nasional yang diikuti puluhan seniman dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Lomba dihelat Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah. Sejak Rabu (24/11/2021) pagi, para peserta dengan cermat meracik cat untuk dilukiskan di dinding yang telah disediakan panitia agar menjadi karya mural yang fenomenal.

Ada sekitar 29 space dinding yang masing-masing peserta mendapat ruang 3 x 3 meter. Lomba ini dalam rangka Hari Bakti Pekerjaan Umum 2021 yang mengusung tema "Bangga Infrastruktur Negeri Sendiri". Peserta mengeksplore karya dengan obyek pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah.

Arum, salah seorang peserta dari Yogyakarta sangat senang mengikuti lomba mural kali ini. Ia bersama dua rekannya akan mengangkat obyek jalur penyelamat. "Ini untuk mengukur kemampuan kita, karena ini tingkat nasional," ujarnya.

Dalam persiapan, timnya tidak membutuhkan waktu lama. Hanya menentukan obyek sesuai tema, kesepakatan konsep karya dan peralatan teknis. "Untuk persiapan hanya cat. kali ini kita mengusung konsep semi realis," lanjutnya.

Ia berharap, kegiatan seperti itu terus dapat dilaksanakan dan ditingkatkan. Baik secara kualitas maupun kuantitas peserta. "Harapannya lomba jalan terus dan lebih ramai lagi," ucapnya.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Hanung menyampaikan, kegiatan kali ini dalam rangka Hari Bakti Pekerjaan Umum ke 76 tahun.  "Lomba mural untuk melihat infrastruktur Jateng, kita rekam baik Jateng maupun Kementerian," tuturnya.

Harapan dia, dengan adanya lomba tersebut dapat mensosialisasi program pembangunan  infrastruktur yang telah terlaksana dengan baik. Dan, sekaligus mengajak masyarakat untuk merasa memiliki infrastruktur yang ada. "Kami ingin menggerakkan agar masyarakat bisa ikut merasa memiliki," imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya sangat terbuka dan transparan untuk peserta yang menyampaikan kritikan melalui karya muralnya. "Kami sangat terbuka. boleh mengkritik, silakan. ini demi kebaikan ke depan," tandasnya. ***

Editor : Pudja Rukmana