logo

Esensi Kemerdekaan Adalah Keadilan Sosial, Ketum Airlangga Telah Ejawantahkan Tujuan Bernegara

Esensi Kemerdekaan Adalah Keadilan Sosial, Ketum Airlangga Telah Ejawantahkan Tujuan Bernegara

Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Idris Laena bersama, Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung, Waketum DPP Partai Golkar Hetifah Sjaifudian, Sekretaris FPG MPR Partai Golkar Ferdiansyah dan Ketum Gema MKGR, Yudi Saputra Betaubun
23 November 2021 22:26 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Ir H.M. Idris Laena, M.H menegaskan bahwa esensi kemerdekaan itu adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu maka kenapa kader Generasi Muda Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Gema MKGR) harus berjuang memenangkan Partai Golkar dalam Pemilu dan tentu juga harus memenangkan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai Presiden Republik Indonesia agar harapan itu dapat terwujud..

Penegasan dan penyemangat yang digelorakan politisi senior Beringin ini di saat membuka dan memberikan pengantar pada acara Training Of Trainer (TOT) 4 PILAR MPR yang diselenggarakan oleh Gema MKGR bekerjasama dengan Fraksi Partai Golkar MPR RI, yang dihelat di Hotel Santika Kota Bekasi, Selasa (23/11/2021).

Dalam arahannya, Idris Laena mengatakan betapa pentingnya generasi muda perlu memahami nilai-nilai kebangsaan yang Indonesia miliki yakni Pancasila sebagai dasar negara, UUD NRI 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal ika juga sebagai semboyan negara agar Generasi Muda MKGR dapat menyebarluaskan kepada generasi muda yang lainnya.

Kader Ormas MKGR terbaik ini menguraikan panjang lebar tentang Pancasila, UUD NKR 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Yang menarik Idris Laena menyampaikan bahwa sesungguhnya esensi Kemerdekaan Indonesia itu adalah membawa bangsa ini menjadi bangsa yang berkeadilan sosial. Buktinya dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar NRI 1945, kata-kata keadilan diulang hingga lima kali yaitu :

"Pada alenia pertama berbunyi bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa karena tidak sesuai dengan Peri Kemanusiaan dan Peri Keadilan. Pada alenia kedua, berbunyi bahwa pergerakan Kemerdekaan Indonesia, telah sampailah pada saat yang berbahagia mengantarkan rakyat Indonesia, ke depan pintu gerbang Kemerdekaan Indonesi yang bersatu, berdaulat adil dan makmur," kata Wakil Rakyat Senayan Dapil Riau II ini.

Pada alenia keempat, berbunyi bahwa kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Indonesia yang melindungi tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahtraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut menjaga perdamaian dunia berdasarkan Kemerdekaan, Perdamaian Abadi dan Keadilan Sosial maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indinesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Dalam kesempatan acara TOT FPG MPR RI  tersebut dihadiri Tokoh Senior Beringin dan juga Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Dr.Ir Akbar Tanjung, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr.Ir.Hetifah Sjaifudian, MMP, yang juga Waketum DPP Partai Golkar Ferdiansyah SE MM selaku Sekretaris FPG MPR Partai Golkar, Yudi Saputra Betaubun sebagai Ketum Gema  MKGR serta DR. Alfan Alfian sebagai akademisi.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH