logo

Rock In Solo Kembali Digelar Setelah Absen Sejak 2015

Rock In Solo Kembali Digelar Setelah Absen Sejak 2015

Pengisi Apokaliptika, A Journey Of Rock In Solo saat menggelar konferensi pers di Solo
22 November 2021 20:02 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Sejak terakhir digekar 2015 lalu,  Rock In Solo kembali digelar tahun ini. Pagelaran musik rock tahun ini memang digelar berbeda dengan sebelumnya.

Jika sebelumnya, Rock In Solo digelar di tempat terbuka dengan bentuk festival dengan puluhan grup band dan puluhan ribu penonton, maka tahun ini digelar dalam bentuk pertunjukan musik dan dilakukan di tempat tertutup. Karena masih dalam kondisi pandemi.

Pertunjukan musik bertajuk Apokaliptika,  A Journey Of Rock In Solo, tersebut akan digelar 18 Desember mendatang di Tirtonadi Convention Hall secara hybrid. Jumlah penonton yang menyaksikan secara langsung dibatasi hanya 500 orang dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. 

"Rock In Solo awalnya tahun 2004, niatnya ingin senang-senang akhirnya jadi acara tahuna. Hingga 2015 menjadi perhelatan terakhir Rock In Solo, karena setiap mengadakan acara ini selalu terkendala sponsor dan venue," jelas  Penyelenggara Rock In Solo, Stephanus Adjie kepada wartawan di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (22/11/2021).

Hingga akhirnya tahun ini digelar kembali tetapi dengan bentuk pertunjukan musik dan bukan festival. Karena dengan kondisi pandemi seperti saat ini, tidak mungkin menggelar Rock In Solo seperti biasanya.

"Kami sebelumnya juga berdiskusi dengan Mas Gibran (Wali Kota Solo) dan koordinasi juga dengan Satgas Covid-19. Akhirmya diperbolehkan menggelar pertunjukan tetapi dibatasi 500 penonton offline dan duduk," jelasnya lagi.

Tetapi dikemas dalam Apokaliptika, A Journey Of Rock In Solo. Menurut Adjie, acara ini sebagai pemanasan untuk menggelar Rock In Solo sebenarnya tahun depan.

"Jadi marwahnya Rock In Solo akan kembali tahun depan. Apokaliptika menjadi kebangkitan Rock In Solo," katanya.

Apolakiltika akan menghadirkan grup musik cadas, Down For Life. Selama dua jam pertunjukan, Down For Life juga akan berkolaborasi dengan seniman Gondrong Gunarto yang akan mengkolaborasikan musik rock dengan musik gamelan. Ada tiga gamelan yang digunakan yakni Gamelan Jawa, Gamelan Bali, dan Gamelan Banyuwangi.

Tidak hanya itu,  Down For Life juga akan berkolaborasi dengan Endah Laras, Doel Sumbing dari band Pecas Ndahe, Whawin Laura dan lainnya.

"Meski berkolaborasi dengan seniman lainnya tapi ini tidak meninggalkan marwah Rock In Solo," katanya lagi.

Penyelenggara Rock In Solo lainnya, Firman Prasetyo menambahkan pertunjukan musik tersebut akan digelar secara hybrid. Penonton yamg hadir langsung wajib mematuji prokes ketat.

"Tiket mulai dijual Kamis mendatang secara online. Penonton yang datang langsung dibatasi 500 orang. Harus sudah divaksin dan swab Antigen yang berlaku 1x24 jam," ujarnya.

Harga tiket sebesar Rp57.500, yang sudah termasuk untuk tes Antigen. Tes Antigej dilakukan di Puskesmas yang sudah disiapkan Pemkot Solo.  Apokaliptika digelar dengan dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Dukungan tersebut dalam bentuk perizinan dan menyediakan Tirtonadi Convention Hall yang berada di lantai atas Terminal Tirtonadi Solo.

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming mengatakan pihaknya mengapresiasi digelarnya kembali Rock In Solo tersebut. 

"Pemkot mendukung dengan mencarikan sponsorship dan menyediakan lokasi pertunjukan," ucapnya. ***

Editor : Pudja Rukmana