logo

SidoMuncul Persembahkan Museum Jamu Dan Research Center, Dongkrak Pariwisata Jateng

SidoMuncul Persembahkan Museum Jamu Dan Research Center, Dongkrak Pariwisata Jateng

Direktur SidoMuncul Irwan Hidayat bersama jurnalis senior Suara Karya di sela-sela perayaan HUT 70 Tahun SidoMuncul dan beberapa miniatur konsep Museum Jamu dan Research Center terintegrasi di Ungaran, Jateng
13 November 2021 23:38 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Mensyukuri ulang tahun SidoMuncul ke-70 kali ini menjadi tonggak resmi dimulainya pembangunan Gedung Museum Jamu dan Research Center yang akan menjadi wisata edukasi. Tak hanya sebagai pusat informasi sejarah dan perkembangan SidoMuncul tapi juga sebagai pusat riset dan konservasi.

Direktur SidoMuncul Irwan Hidayat menjelaskan museum jamu seluas hingga 10 hektar berlokasi tepat di depan pabrik, di Bergas, Ungaran, Kabupaten Semarang ini dimulai pembangunannya saat peletakan batu pertama pada 18 Desember 2021. Sebelumnya, momentum peletakan batu pertama, dijadwalkan dibarengkan dengan peringatan HUT SidoMuncul ke 70 yang jatuh tanggal 11 November 2021. Namun karena masih suasana berkabung karena kedukaan meninggalnya mendiang Gita Avianti Wibowo, isteri Dirut SidoMuncul, David Hidayat sehingga diproyeksikan dilakukan bulan depan.

"Saya berharap Gubernur Jawa Tengah Pak Ganjar Pranowo bisa hadir untuk ikut serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan Museum Jamu SidoMuncul ini,'' kata Irwan Hidayat di sela-sela acara Perayaan Ulang Tahun ke-70 SidoMuncul di kantor Cipete, Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Irwan berharap museum terbesar di Jateng ini nantinya akan menjadi salah satu destinasi wisata terbaik dan unggul di Jawa Tengah.

'Kami ingin membantu dunia pariwisata Jawa Tengah makin pesat dan hebat sehingga akan meningkatkan daya saing perekonomian di wilayah ini,'' ucap influencer ini.

Museum SidoMuncul, kata dia, nanti isinya selain museum jamu, pusat riset untuk tanaman, obat-obatan dan buah-buahan, greenhouse, pusat konservasi benih, binatang langka, pabrik kecil, tempat bermain anak dan resto yang terintegrasi. Bukan hanya destinasi yang menarik tapi juga edukatif.

"Museum ini nantinya bukan cuma untuk wisata saja tapi juga edukasi bagi pengunjungnya. Dalam museum ini nantinya akan dipamerkan tanaman-tanaman obat Indonesia, pembuatan jamu dan rempah-rempah. Di samping itu dalam museum ini nantinya akan dilengkapi dengan laboratorium pengembangan tanaman obat, buah, kebun binatang dengan koleksi hewan langka, taman bermain anak-anak, tempat belanja dan tempat makan dan minum pengunjung," tambah Irwan.

Di museum ini juga ada edukasi bagaimana menanam buah-buahan yang unggul dan bagaimana menanam tanaman rempah-rempah yang baik dan pengunjung bisa melihat apakah tanaman rempah yang ada sekarang lebih baik atau berkurang mutunya dibanding jaman dahulu.

Selain itu, museum ini nantinya akan memajang informasi seputar sejarah SidoMuncul, proses pembuatan jamu hingga perkembangannya. Sedangkan research center akan berfungsi untuk mempelajari berbagai hal mengenai tanaman obat dan buah.

Irwan menegaskan bahwa orientasi kedepan Museum Jamu SidoMuncul ini adalah wisata edukasi yang bisa membantu kemajuan pariwisata di Jawa Tengah.

"Para pengunjung bisa melihat bagaimana flow di pabrik. Bisa melihat berbagai tanaman yang digunakan dalam membuat jamu dan bagaimana cara pengolahannya. Banyak-lah spot-spot wisata yang bisa menjadi bagian edukasi masyarakat," jelasnya.

Khusus untuk pusat riset, lanjut Irwan, akan berfokus pada tanaman obat dan buah. "Risetnya dimulai dengan proses pembibitan. Karena kan yang penting bibitnya. Baru diikuti dengan pengembangannya. Baik cara penanaman yang baik hingga pengolahannya," ungkap sulung dari 5 bersaudara pasangan generasi kedua SidoMuncul, mendiang Jahja dan Desy Hidayat ini.

Museum Jamu ini juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan tinggi Indonesia untuk melakukan penelitian dan pengembangan.

"Jadi kami sangat terbuka untuk berkolaborasi. Kenyataan di lapangan, banyak mahasiswa Indonesia yang hebat-hebat, pintar-pintar dan ilmu sekolahnya tinggi. Tetapi fasilitasnya kurang. Kami berusaha menutup kekurangan tersebut dengan memfasilitasi sarana dan prasarana yang kita miliki di museum ini," kata Irwan.

Cucu pendiri SidoMuncul, Ny Rakhmat Sulistio yang fotonya terpampang bersamanya sebagai brand SidoMuncul ini menyebut investasi untuk museum ini memang cukup besar, hingga harus merogoh kantong perseroan sekitar Rp350 Miliar. Terutama untuk pusat risetnya.

"Syukur alhamdulillah investasi di Jawa Tengah ini selalu aman dan damai. Masyarakat tidak suka mengganggu perusahaan yang ada di sekitar mereka. Pemerintahnya pun juga sangat membantu pengusaha yang ingin berinvestasi. Mereka friendly dengan investor karena tujuannya, saya kira dengan kita para pengusaha, ingin membahagiakan dan mensejahterakan rakyat. Jadi, yang dipertimbangkan ke depan daya beli masyarakat harus kita ikut dorong," tandas salah orang terkaya Indonesia versi Forbes ini.***