logo

Protokol Kesehatan, Senjata Menekan Covid-19

Protokol Kesehatan, Senjata Menekan Covid-19

24 Oktober 2021 18:31 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - SORONG: Berbulan-bulan  masyarakat Indonesia bahkan  sejumlah  umat manusia di sebagian  planet ini tak yakin akan  keampuhan protokol kesehatan dapat memutus rantai  penebaran covid-19. Masyarakat menganggap  memakai masker, menjaga jarak, cuci tangan dengan sabun termasuk  vaksin tak dapat memutus rantai penyebaran  Covid-19.

Anggapan itu salah karena  terbukti penyebaran covid-19 dapat ditekan dengan senjata protokol kesehatan dan vaksinasi. Terbukti Kasus sembuh pada  Minggu  (24/10/2021)   sebanyak 1.037 pasien, sehingga total pasien sembuh hari ini ada sebanyak 4.082.454. Sedangkan kasus kematian hari ini totalnya ada sebanyak 143.205.

Para  penyebar hoaks di Indonesia  dibuat pusing karena  pandemi Covid-19 yang menjadi tantangan utama bagi bangsa Indonesia sepanjang hampir 2 tahun terakhir, kini mulai tertangani dengan baik. Namun, pemerintah tetap mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin untuk menjaga kinerja positif tersebut.

Ini membuat daya  penghancur penyebar isu negatif tumpul ketika penanganan pandemi COVID-19 yang terus membaik.  Sejalan,  dengan kinerja dan pemerintahan Jokowi - Ma’ruf yang telah berhasil memimpin bangsa Indonesia.

Untuk tetap tangguh dan tumbuh di tengah tantangan global. Pemerintah  mengambil berbagai kebijakan strategis mulai dari sisi kesehatan.  Hingga ekonomi yang selalu mengedepankan rakyat.

Para penyebar hoaks mati langka. Pasalnya, Hampir 2 tahun pandemi Covid -19 menerpa dunia.  Namun, hal itu tidak membuat pemerintahan Jokowi-Ma’ruf surut langkah.

Isu negatif plus  hantaman pandemi justru menjadi momentum Indonesia menunjukkan ketangguhan dan kemampuannya.  Untuk, melompat cepat menuju kemajuan keberhasilan menumpas Covid-19.

Menkominfo Johnny menyebut berbagai capaian itu tertuang dalam Buku Capaian Kinerja 2021 "Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh 2021. Yang, diterbitkan pemerintah. Buku ini dapat diakses masyarakat sejak Rabu (20/10/3021), pukul 00.00 WIB

Pandemi menciptakan sejumlah perilaku baru dalam berbagai aktivitas. Perilaku baru ini melahirkan berbagai lompatan dan percepatan di berbagai sektor. Lompatan dan percepatan di masa krisis menjadi bukti adanya ketangguhan kolektif setiap individu dan bangsa.

Masyarakat menyaksikan sendiri bentuk keberhasilan  itu,  dari kesigapan pemerintah dalam menangani lonjakan kasus Covid-19 gelombang kedua. Lalu,  percepatan upaya 3T dengan aplikasi PeduliLindungi.  Peningkatan laju vaksinasi, hingga upaya menggenjot pengembangan Vaksin Merah Putih untuk mewujudkan swadaya vaksin.

Sektor  ekonomi, pemerintah berhasil melewati ancaman resesi dengan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Melalui,  Bansos kepada masyarakat miskin dan insentif untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Kebijakan Kartu Prakerja juga menjadi penolong dan menahan lajunya angka pengangguran," tuturnya.

Menkominfo juga memastikan, kondisi krisis Covid-19 juga tidak menyurutkan reformasi birokrasi dan deregulasi. Begitu juga konsolidasi riset terus dilakukan untuk memastikan terciptanya talenta unggul dan berkontribusi pada pembangunan bangsa.

Menurut Menkominfo Johnny, capaian kinerja ini juga memuat kemajuan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Di Papua misalnya, pembangunan dilakukan dalam bidang SDM, infrastruktur, transformasi ekonomi, deregulasi dan reformasi birokrasi, serta yang tercermin dalam kesuksesan penyelenggaraan PON XX yang baru selesai.

Seluruh capaian kinerja ini tidak bisa dilepaskan dari partisipasi aktif dan dukungan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menjaga capaian ini dengan terus menerapkan protokol kesehatan dan mengedepankan prinsip gotong royong dalam upaya penanganan pandemic.

Kini manusia penyebar isu hoaks mulai bosan.  Karena,  ternyata, penyebaran Covid-19 di dunia mulai  dapat ditekan.  Karena,  masyarakat disiplin menegakkan  protokol kesehatan. Belum termasuk  vaksinasi  yang ternyata  paling ampuh menekan penyebaran  pandemic ini.

Ternyata "Prokes (Protokol Kesehatan)" ampuh. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH