logo

ASN Non Muslim Di Jateng Turut Berpakaian Ala Santri

ASN Non Muslim Di Jateng Turut Berpakaian Ala Santri

Sukmono Adi Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Tugurejo. (Istimewa)
23 Oktober 2021 08:55 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Toleransi dalam menjalani kehidupan beragama di Jawa Tengah sangat tinggi. Saat memperingati Hari Santri Nasional Jumat (22/10/2021) misalnya, para ASN Pemprov Jateng yang non muslim turut berpakaian ala santri saat ke kantor.

Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah terkait kewajiban mengenakan pakaian ala santri saat peringatan Hari Santri, sebenarnya hanya ditujukan kepada ASN yang beragama muslim. Tapi karena toleransi beragama yang sangat baik, para ASN non muslim yang bekerja di lingkungan Pemprov Jateng pun turut ngantor dengan pakaian santri.

Seperti Sukmono Adi misalnya. Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Tugurejo itu, juga tampil percaya diri dengan pakaian santri. Meskipun, Sukmono adalah seorang ASN beragama Kristen Protestan. Jumat pagi, Sukmono berangkat ke kantor mengenakan baju koko warna putih dan celana panjang kain.

Ia juga Nampak gagah dengan peci hitamnya. “Meskipun saya Kristen Protestan, tapi hari ini saya bangga mengenakan baju koko dan berpeci. Karena ini Hari Santri Nasional. Saya menghormati para santri dan dedikasi mereka dalam pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya ditemui di kantornya, Jumat (22/10/2021).

Selain sebagai wujud penghormatan kepada para santri yang telah berjuang melawan penjajah, Sukmono juga menilai penggunaan pakaian santri merupakan bentuk toleransi antar umat beragama. Meski ASN non muslim tidak diwajibkan, namun dirinya bangga mengenakannya.

“Ini bagian dari toleransi beragama. Jadi untuk saya, tidak masalah. Bahwa penggunaan atribun bukan menjadi sesuatu yang diharamkan. Tapi ini sesuatu yang bernilai toleransi,” pungkasnya.

Ada lagi ASN non muslim yang mengenakan pakaian ala santri saat ngantor. Seperti Antonius Tri Puji Haryoko, Kasubag Program Dinperindag Jateng dan Subroto Budi Utomo, Kasi Pengamanan Persandian dan Informasi.

Demi menyemarakkan Hari Santri, Antonius yang beragama Katolik dan Subroto yang seorang Kristiani ini tampil dengan pakaian ala santri. Antonius memakai koko putih, celana panjang dan peci hitam. Sementara Subroto lebih lengkap. Ia mengenakan kemeja batik, peci dan memakai sarung.

“Hari ini kami menggunakan baju santri karena hari ini pemerintah menetapkan sebagai Hari Santri Nasional. Tentunya, kami bersama teman-teman ASN lain ingin menyemarakkan,” ucap Antonius. “Iya. Karena ini Hari Santri Nasional dan juga salah satu bentuk dari toleransi antar umat beragama di Pemprov Jateng. Selamat Hari Santri tahun 2021,” timpal Subroto.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengeluarkan SE tentang Peringatan Hari Santri Nasional. Ganjar mewajibkan semua ASN di lingkungan Pemprov yang beragama muslim untuk ngantor sarungan dan memakai pakaian ala santri. Sementara yang non muslim, bisa menyesuaikan dan tidak wajib. ***

Editor : Pudja Rukmana